Suasana jual beli di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang. Pasar ini dikelola oleh BUMD Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi perekonomian Tanjungpinang, perlahan namun pasti, mulai membaik. Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono menyebutkan pertumbuhan ekonomi sampai akhir triwulan III sudah mencapai 5,08 persen. Capaian ini jauh dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi yang hanya 2,41 persen.

“Angka ini tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain yang ada di Kepri,” tukas Riono, Senin (13/11). Seiring dengan usaha terus mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi, juga disejalankan dengan terus menekan angka inflasi. Riono menyebutkan, inflasi yang terkendali juga jadi kunci di balik peningkatan laju pertumbuhan sebuah kota. Sampai sekarang, laju inflasi yang terjadi di Tanjungpinang berada di rentang 3,06 persen.

“Tidak boleh terlalu rendah juga karena akan berdampak pada penurunan produksi, sementara inflasi yang tinggi berakibat pada rendahnya daya beli masyarakat. Karena itulah, pemerintah harus terus berupaya mengendalikan inflasi,” bebernya.

Selanjutnya, sambung Riono, yang akan terus dilakukan Pemko Tanjungpinang adalah mendorong perputaran uang dari berbagai lini agar perekonomian terus tumbuh. Pariwisata, adalah satu sektor lain yang akan terus digesa dan dikembangkan. Upaya-upaya tersebut sudah dilakukan. Salah satunya, adalah dengan mewajibkan setiap tamu yang melakukan kunjungan kerja mesti menginap setidaknya satu malam di Tanjungpinang. Ini sebagai upaya agar pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata terus meningkat.

“Semuanya akan berimbas. Mulai dari hunian hotelnya, restorannya, transportasinya dan bahkan produk-produk UMKM-nya,” pungkas Riono. (aya)

Respon Anda?

komentar