Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian bersama Irwasda, Dirkrimum dan Kabid Humas Polda Kepri menunjukan barang bukti uang berserta dua tersangka Dendi Purnomo dan Amir yang diamankan pada operasi tangkap tangan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (24/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri mengirimkan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dendi Purnomo dan Direktur PT Direktur Telaga Biru Semesta, Amiruddin, ke kejaksaan, Senin (13/11/2017).

Selesainya pemberkasan kasus ini, membuat pihak kepolisian lebih leluasa melakukan pengembangan. Dalam minggu ini, penyidik akan memeriksa perusahaan-perusahaan yang pernah berurusan dengan Dendi Purnomo, soal limbah.

“Akan dikembangkan dan didalami ke perusahaan itu,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Senin (13/11).

Ia mengatakan yang ingin disidik pihak kepolisian adalah apakah perbuatan yang dilakukan oleh Dendi Purnomo, kali ini saja atau sudah beberapa kali. Sebab ada dugaan perbuatan ini, tak hanya sekali.
“Akan menyelidiki perusahaan-perusahaan limbah yang diduga melakukan hal yang sama,” ungkap Erlangga.

Dua amplop berisikan Rp 10 juta, didapati penyidik saat OTT di rumah Dendi Purnomo. Saat ini sedang ditelusuri pihak kepolisian. Dari pengakuan Amiruddin, uang itu diperuntukan ke Kabid Ms dan Kasi Hs.

Kedua orang ini juga sudah diperiksa oleh pihak kepolisian. Ms yang ditemui Batam Pos, menepis dirinya meminta uang Rp 5 juta untuk memperlancar izin pengolahan limbah. Ia mengatakan tidak tau sama sekali soal uang yang disiapkan oleh Amiruddin, untuknya.

“Saya tidak tau, dan tak pernah (meminta uang,red),” katanya saat ditemui Batam Pos, Senin (6/11) lalu.

Ms menuturkan dirinya sudah lama mengenal Dendi Purnomo. Ia adalah bawahan Dendi, saat masih di Bapedalda. Saat Dendi pindah ke Dinas Lingkungan Hidup, Ms juga dibawa Dendi. (ska)

Respon Anda?

komentar