Puluhan warga memindahkan tabung oksigen dan alat potong ke atas kapal untuk mencincang bangkai kapal yang labuh di lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban, dalam aksi yang dilakukan di atas kapal pagai, Jumat (13/11) sekitar pukul 14.00 WIB. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Puluhan warga Tanjunguban kembali melakukan aksi di atas kapal pagai yang berlabuh di lokasi pekerjaan pelabuhan bongkar muat Tanjunguban di pantai Mentigi, Senin (13/11) siang. Dalam aksinya, massa berencana akan memotong bangkai kapal pagai dan sudah mempersiapkan beberapa tabung oksigen dan alat potong. Namun aksi ini

berhasil diredam pihak kepolisian karena pihak pertamina berjanji akan mengeser bangkai kapal itu dalam waktu satu hingga dua minggu. Awalnya sejumlah massa bergerak menaiki kapal pagai menggunakan pompong dari pelabuhan Roro Tanjunguban. Beberapa massa lainnya mengangkut sejumlah tabung oksigen dan alat potong dari pikap ke atas pompong.

Sementara itu tak jauh dari lokasi aksi, OH Marine pertamina Azhar, kontraktor pertamina trans kontinental (ptk) Redi dan pihak masyarakat yang diwakilkan Lubis dan Hanafia yang dimediasi pihak kepolisian dalam hal ini kapolsek Bintan utara kompol Jaswir melakukan perundingan.¬†“Masyarakat sudah kesal karena pertamina terus berjanji akan memindahkan bangkai pagai, tapi sampai sekarang belum juga digeser,” kata Lubis, perwakilan warga.

Salah seorang koordinator aksi Hanafia juga mengatakan sudah lebih 10 tahun bangkai kapal pagai dilabuh di perairan masyarakat. Tahun 2013 menurutnya, warga sudah meminta agar bangkai kapal dipindahkan, tapi sampai pemerintah daerah melakukan pekerjaan pelabuhan bongkar muat tidak juga dipindahkan. Dalam pertemuan itu, sempat terjadi cek cok mulut, karena perwakilan massa bersikeras akan memotong sebab pertamina sudah mengingkari janji.

Hanya, kapolsek berusaha meredam dan memastikan bahwa pertamina akan menggeser bangkai kapal tersebut dari lokasi pekerjaan pelabuhan dalam waktu seminggu hingga dua minggu. “Baiklah, kalau memang benar-benar mau digeser, kami akan tarik balik masyarakat dari atas kapal,” ungkap Lubis memastikan bahwa masyarakat belum memotong bangkai kapal.

OH Marine pertamina, Azhar menegaskan, pihak pertamina tidak menghambat atau menghalangi pekerjaan pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban. Mengenai kapal pagai? pertamina juga sedang melakukan upaya mempercepat pemindahan kapal pagai. Untuk itu, pihaknya menunjuk PT pertamina trans kontinental untuk melakukan proses pengapungan dan pemindahan.

“Bahwa dalam upaya pemindahan nanti tidak menghambat kegiatan lainnya. Dan pihak kontraktor juga menyampaikan bahwa jika kapal digeser 10 hari atau beberapa hari ke depan, tidak akan menghambat pekerjaan mereka,” kata Azhar.

Sementara itu, pihak kontraktor dalam hal ini pertamina trans kontinental, Redi menjelaskan, pemindahan kapal pagai ini memang memerlukan penanganan khusus, karena kapal ini bukan kapal lagi, melainkan sudah bangkai. Pemindahan bangkai ini lebih rumit dari mengapungkan kapal biasanya. Karena dikawatirkkan patah, takut retak, makanya diperlukan metode khusus, bukan konfensional.

“Dalam pengapungan nanti, kita akan buang air di dalam tangki, kemudian mesin akan diapung dengan balon, dan ini bukan balon karet.¬†Lalu, setelah mengapung, pada saat air surut, maka kapal mengapung dan mengambang sudah bisa ditarik, karena dasar kapal datar bukan seperti kapal kargo yang lancip, jadi tidak ada masalah,” katanya.

Hanya, menurutnya, yang akan berat dan menjadi halangan adalah pemindahan baling dan dan daun kemudi, makanya bagian belakang kapal harus diapungkan. Ia juga menyampaikan, timnya sudah melakukan survei di lapangan mengenai keadaan kapal pagai. “Jika ternyata nanti ada perubahan, misalkan bocor lagi maka akan menambah kerjaan kami,” tukasnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar