batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara Siregar mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018 nanti menambah alokasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Kepri. Bahkan persentase kenaikannya tembus 200 persen.

Alhamdulillah dengan komunikasi, koordinasi yang kita lakukan. Kemensos memberikan respon yang positif, yakni menambah anggaran PKH di Provinsi Kepri,” ujar Doli menjawab pertanyaan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (14/11).

Dia menjelaskan menjelaskan, dengan naiknya alokasi otomatis akan diikuti dengan bertambahnya penerima PKH di Provinsi Kepri. Disebutkannya, pada tahun 2017 ini lebih kurang 21 ribu masyarakat Kepri yang mendapatkan manfaat PKH. Adapun lompatan yang terjadi pada 2018 nanti adalah, Kemensos akan memberikan bantuan bagi 61.320 penduduk di Provinsi Kepri.

“Tentu ini merupakan loncatan yang patut kita syukuri. Kita berharap dengan adanya peningkatkan ini, bisa mendorong kesejahteraan masyarakat di Kepri,” papar Doli.

Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Biro Pemerintahan di Pemprov Kepri itu menjabarkan, indek bantuan PKH tahun 2017 bagi setiap keluarga yang menerima nilai adalah Rp 1,890.000 setahun. Anggaran tersebut dikucurkan setiap empat bulan.

“Kami punya tanggungjawab sosial yang besar tentunya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya yang kami lakukan tentunya bersinergi dengan Pemerintah Pusat,” paparnya lagi.

Menurut Doli, kegiatan-kegiatan strategis seperti Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bagi mereka yang mendapatkan Kartu Kesejateraaan Sosial, baik KIP maupun KIS. Dikatakannya juga, program PKH ini juga identik dengan Penanganan Fakir Miskin.

“Dasarnya adalah Basis Data Terpadu (BDT). Sambil berproses, kami juga terus mengupdate data-data masyarakat di Kepri untuk dilaporkan ke Kemensos,” tutup Mantan Penjabat Bupati Bintan tersebut.(jpg)

Respon Anda?

komentar