batampos.co.id – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tarempa, Anang Santosa mengatakan penyelesaian pembangunan infrastruktur pelabuhan di pulau-pulau terdepan di Kepri menjadi prioritas utama Kementerian Perhubungan. Setelah sekian tahun berjalan, tahun ini dua pelabuhan rampung dikerjakan.

“Tahun ini yang sudah rampung dikerjakan adalah Pelabuhan Letung, Anambas dan Pelabuhan Midai, Natuna,” ujar Anang Santosa menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Menurut Anang, proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara sporadis. Karena terbatasnya kekuatan anggaran. Apalagi perhatiannya bukan hanya untuk Provinsi Kepri.Dijelaskannya, dengan rampungnya dua pelabuhan tahun ini, masih tersisa dua lagi yang akan ditargetkan selesai lewat Tahun Anggaran (TA) 2018 nanti.

“Tahun depan yang menjadi fokus kita adalah merampungkan pembangunan Pelabuhan Pulau Laut dan Pulau Subi yang ada di Natuna,” papar Anang.

Disebutkannya, untuk kelanjutkan pembangunan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Pulau Laut masih membutuhkan anggaran lebih kurang Rp42,5 miliar. Sedangkan untuk Fasfel Pulau Subi adalah Rp46 miliar. Terkait kebutuhan tersebut, sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

“Pekerjaan-pekerjaan yang masih terisa adalah pembangunan cosway, dermaga, sisi darat, terminal penumpang dan perkantoran,” jelas Anang.

Lebih lanjut katanya, untuk pelabuhan yang rampung tahun ini akan segera dilakukan serahterima dengan Pemerintah Daerah. Sehingga tahun 2018 nanti sudah bisa dioperasikan. Artinya masyarakat sudah bisa menikmati manfaat dari pembangunan yang sudah dilakukan.

Khusus untuk kelanjutan pembangunan, Anang berharap tidak terjadi pemangkasan anggaran pada tahun depan. Karena itu bisa mengganggu rencana kerja yang sudah disusun. Karena pada tahun ini, terjadi perubahan anggaran yang konsekuensinya juga mengurangi anggaran didaerah.

“Memang ada beberapa kendala di lapangan yang kita hadapi. Tetapi secara berjalan, bisa kita atasi. Tujuan pembangunan pelabuhan di daerah-daerah terdepan di Kepri adalah untuk merangkai konektiviti,” tutup Anang Santosa.(jpg)

Respon Anda?

komentar