Petugas mengamankan puluhan kendaraan roda dua saat Operasi Zebra dilapangan Pamedan Tanjungpinang, belum lama ini. F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjungpinang, telah menilang sebanyak 400 pelanggar terhadap pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Penindakan tilang ini dilakukan dalam Operasi Zebra Seligi tahun 2017, yang sudah dilaksanakan selama 13 hari, dari awal November sampai, Senin (13/11), kemarin, di berbagai wilayah di Tanjungpinang.

“Sampai kemarin ada 400 lebih pelanggar yang sudah kita tilang. Jumlah ini terbilang besar, dan sudah termasuk didalamnya pelanggar lalu lintas yang motor dan mobilnya ditahan, karena tidak ada surat-surat STNK dan SIM,” jelas Iptu Radyan Kunto, Selasa (14/11).

Ia menuturkan, dengan jumlah pelanggaran tersebut, tentunya dapat dinilai kesadaran masyarakat dalam berkendara masih sangat minim. Terutama dalam kelengkapan surat-surat kendaraan dan juga SIM.

Sementara untuk kelengkapan keselamatan berkendara ia mengakui masyarakat sudah mulai sadar. “Kesadaran masyarakat masih kurang. Ini bisa dilihat dari jumlah pelanggar yang sudah kita tindak. Setiap hari dilakukan razia rutin, tetap saja rata-rata 50 pelanggar kita tindak. Terutama yang tidak memiliki surat-surat STNK dan SIM,” terangnya.

Ia menyebutkan dari seluruh pelanggar lalu lintas yang sudah ditindak, banyak juga diantaranya, merupakan pelajar. “Pelajar banyak yang kita jaring dalam razia ini. Umumnya pelajar SMA. Semuanya rata-rata tidak memiliki SIM, karena belum cukup umur,” ungkapnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada orangtua pelajar, agar tidak membiarkan anaknya pergi ke sekolah menggunakan motor sendiri.

“Berdasarkan aturan yang sebenarnya, kalau anak sekolah yang umumnya tidak memiliki SIM tidak boleh membawa motor. Untuk itu, diharapkan agar orang tua bisa mengantarkan anaknya ke sekolah. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidakkita inginkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Rian, salah seorang pengendara yang terjaring razia mengaku belum memiliki SIM. Dia menuturkan, sebelumnya tidak mengetahui adanya kegiatan razia. Rian tidak bisa berbuat apa-apa setelah polisi menahan sepeda motornya di Polres Tanjungpinang.

“Saya tak ada SIM, tak tahu kalau selama ini ada razia operasi zebra. Motor sudah dibawa ke kantor polisi,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar