Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi menyapa masyarakat yang dilayani di sebuah puskesmas, baru baru ini. F. Kominfo untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Tiap Kamis (16/11), seluruh puskesmas di Bintan melayani pemeriksaan kanker serviks dan kanker payudara gratis. Hal ini
diungkapkan oleh Kadis Kesehatan dr Gama AF Isnaeni di ruang kerjanya,
Selasa (14/11) kemarin.

Dikatakannya, tujuan pemeriksaan ini untuk mendeteksi secara dini kanker serviks dan kanker payudara karena tercatat lebih dari 15 ribu kasus kanker serviks ditemukan di Indonesia. Bahkan katanya, Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) mencatat hampir 9 juta orang meninggal dunia akibat
kanker serviks. “Diprediksi akan terus meningkat hingga 13 juta orang per tahun hingga
tahun 2030,” katanya.

Sekedar diketahui, di Indonesia sendiri, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi. Menurut data Riskesdas tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 100 penduduk atau sekitar 347 ribu orang. Sedangkan menurut data BPJS Kesehatan Nasional, terdapat peningkatan jumlah kasus kanker yang ditangani dan pembiayaannya pada kurun periode 2014-2015.

Terpisah, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi mengatakan bahwa gerakan pemeriksaan dini kanker serviks dan kanker payudara dilakukan setiap hari Kamis. Hal ini menurutnya, sebagai bentuk semangat dan perhatian bagi masyarakat Bintan.

Ia menambahkan, melalui pemeriksaan deteksi dini kanker serviks atau leher rahim dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan deteksi kanker payudara dengan pemeriksaan payudara klinis. Diharapakannya, bisa memproteksi dini dan perlindungan masyarakat Bintan khususnya ibu0ibu terhadap bahaya penyakit kanker serviks dan
kanker payudara.

“Hal ini merupakan sebuah gerakan proteksi dini dan perlindungan bagi kaum wanita, khususnya ibu-ibu di Bintan. Pemeriksaan juga gratis, dengan mengetahui hasil IVA test dan Sadanis maka penderita penyakit kanker serviks dan kanker payudara dapat dicegah sedini mungkin,” tukasnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar