batampos.co.id – PT Teknika Solusi Dinamika (TSD) dan PT Bahtera Pasir Multi Infrastruktur (BPMI) membentuk tim teknis konsorsium, melakukan survei pengembangan proyek smart city di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Utara. Salah satu sektor pengembangan smart city ini pembangunan industri perikanan berbasis plasma inti dengan menyerap ribuan tenaga kerja.

Konsorsium ini diwakili masing-masing anggota yang diketuai Heryanto perwakilan dari PT TSD. Dikatakan Heryanto, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kelancaran pelaksanaan survei berkat pendampingan yang diberikan Pemda Kabupaten Paser.

“Termasuk pendampingian dari unsur muspika selama di Desa Tanjung Aru. Kapolsek Tanjung Aru Iptu Rahmad Wiwit Dianto dan personel Koramil setempat. Bahkan, turut mendampingi kegiatan tim survei daratan menggunakan motor trail,” ujarnya.

Terima kasih juga tertuju kepada Camat Tanjung Harapan, Noor Arsikin bersama warganya menjamu makan siang dengan menu kepiting di rumah Sunarno, warga setempat.

“Masyarakat cukup antusias menyambut rencana proyek smart city Tanjung Aru. Bahkan, ada beberapa warga yang meminta foto bersama dengan tim survei. Jelas bermanfaat bagi masyarakat dan Pemda mendapatkan sumber peningkatan pendapatan asli daerah,” bebernya.

Wakil Bupati Paser, HM Mardikansyah (berpeci) menerima kunjungan kolaborasi tim teknis dari PT Bahtera Pasir Multi Infrastruktur (BPMI) dengan PT Teknika Solusi Dinamika (TSD) di gedung baru sadurengas ruang rapat Bupati Paser, kompleks perkantoran Pemda Paser Jalan RM Notosunardi Nomor 1 Tanah Grogot, Kamis (9/11).
F. DOK PT TSD untuk Batam Pos

Terkait pelaksanaan survei ini, Direktur Utama PT BPMI, Sofyan Basuki Rachmad dan Komisaris Utama H2O Group, Udi Sesnanto saat tatap muka dengan Wakil Bupati Paser H.M. Mardikansyah di gedung baru sadurengas ruang rapat Bupati Paser, kompleks perkantoran Pemda Paser Jalan RM Notosunardi Nomor 1 Tanah Grogot pada Kamis (9/11), mengatakan, setelah kegiatan survei selanjutnya dilakukan kajian terhadap outline business case proyek Smart City Tanjung Aru di Universitas Brawijaya Malang.

“Hasil studi akademik tersebut, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Keuangan dalam hal ini PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, ditargetkan akhir tahun 2017 proses legal dokumen di level pusat sudah selesai. Sehingga, awal tahun 2018 sudah dapat dimulai berbagai persiapan dalam pengerjaan fisik proyek smart city di Tanjung Aru ini. Jika ini sudah terwujud, diharapkan ikut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Sofyan.

Wakil Bupati Paser, HM Mardikansyah yang di dampingi Kepala Dinas Perizinan Ir Madju Simangunsong, Kabag Ekonomi III Drs Chandra Irwandi Msi, Kasubid Ekonomi Ahmad Safari Sp Msi serta jajaran Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Paser, menyampaikan harapannya mewakili masyarakat Paser, terbangunnya smart city dapat mengentaskan kemiskinan dengan meningkatnya taraf kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja yang besar, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ditambahkan Wakil Bupati, dalam merencanakan kegiatan ini, otomatis investor harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser.

Menanggapi hal ini, Komisaris Utama PT BPMI, Diah Mustika Sari S. Mm yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, program usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nantinya akan diserap dari masyarakat setempat. BPMI, kata Diah, memberikan pembinaan secara berkelompok.

“BPMI juga akan menyediakan kelengkapan teknologi produksi bagi UMKM binaan, begitupun juga untuk marketnya nanti,” tegasnya. (ash/ adv)

Respon Anda?

komentar