Dalam kondisi sepi pembeli, pedagang emas masih harus membeli kembali perhiasan yang dijual masyarakat. Tampak pedagang emas menyusun dagangannya. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dampak lesunya perekonomian Karimun beberapa bulan belakangan ini berimbas terhadap penjualan emas di Karimun. Saat ini masyarakat banyak yang menjual kembali perhiasannya ke toko emas, untuk kebutuhan hidup. Sedangkan harga emas untuk berbagai jenis tidak ada perubahan.

“Kebanyakan yang jual perhiasan emas kesini dengan alasan untuk kebutuhan keluarga,” jelas Dayat salah satu penjual emas di Tanjungbalai Karimun, kemarin (17/11).
Dikatakannya, harga emas tidak ada kenaikan maupun penurun mulai dari 24 karat dibandrol Rp 555 ribu per gram, emas 916 Rp 510 ribu per gram, emas 22 Rp 400 ribu per gram. Sedangkan jenis perhiasan seperti gelang, kalung, cincin maupun anting berbagai ukuran masih tetap dipajang.

“Rata-rata Rp 50 juta per hari kami membeli perhiasan emas dari masyarakat. Kalau untuk pembeli sepi, itupun ada sehari paling satu atau dua orang yang beli perhiasan. Cuma untuk keperluan acara keluarga saja mereka beli,” tuturnya.

Masih kata Dayat, dirinya berharap kepada Pemkab Karimun untuk bisa mencarikan jalan bagaimana menggairahkan perekonomian masyarakat. Sebab industri yang ada di kawasan FTZ sudah tidak ada karyawan lagi.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali bergairahlah ekonomi Karimun,” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Uda salah seorang pedagang emas yang ada di Pasar Puan Maimun. Dia mengatakan lesunya penjualan emas di Karimun cukup terasa beberapa bulan lalu.

“Kami harapkan hari Sabtu dan Minggulah, kalau hari biasa jangan harap yang mau beli emas bang,” keluhnya. (tri)

Respon Anda?

komentar