ilustrasi

batampos.co.id – Inflasi Kepri pada akhir tahun diperkirakan akan meningkat. Penyebabnya adalah datangnya hari Natal dan Tahun Baru.

“Laju inflasi diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh harga barang komoditas hasil laut dan tarif angkutan udara,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (18/11).

Gusti menyebut maskapai angkutan udara diperkirakan akan menaikkan tarifnya. Namun ia mengatakan ini hanya prediksi awal, karena ternyata Garuda membuka rute baru ke Jakarta. Harganya juga masih promosi dan jika banyak yang berminat maka bisa saja akan ada penerbangan ekstra. Hal tersebut dapat mendorong inflasi bisa tetap stabil.

Disamping kenaikan harga angkutan udara, potensi inflasi terbesar lainnya adalah kenaikan komoditas hasil laut seperti ikan segar dan sejumlah komoditas sayuran.

“Penyebabnya dipengaruhi faktor cuaca yakni karena curah hujan cukup tinggi dan gelombang tinggi yang telah dirasakan menjelang akhir tahun,” jelasnya.

Secara total tahunan, inflasi kepri 2017 diperkirakan masih dalam kisaran target inflasi nasional sebesar 4 persen. Dan inflasi pada Oktober mencapai 4,32 persen (year to year).

Sejumlah cara akan dilakukan BI Kepri untuk menjaga stabilitas inflasi yakni mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membangun hinterland sebagai lumbung sayuran.

“Selain itu, padi organik juga telah diujicobakan di Natuna, Karimun dan Tanjungbatu,” pungkasnya. (leo)

Respon Anda?

komentar