ilustrasi

batampos.co.id – Inflasi menjadi salah satu perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) menjelang akhir tahun, termasuk Pemko Batam. Ada dua hal yang sering menjadi penyebab inflasi hingga akhir tahun ini, pertama harga kebutuhan pokok dan kedua yakni harga tiket pesawat yang melambung, hal ini dikatakan Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam, Jepridi, Sabtu (18/11).

Ia menyebutkan untuk kebutuhan pokok yang sering naik jelang hari-hari besar seperti natal di Desember mendatang, pihaknya berupaya mengintensifkan pengecekan harga kebutuhan pokook yang ada di pasaran.

“Kami turun terus memastikan kebutuhan pokok itu ada dan harganya tidak melebih Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” sebutnya.

Adapun penyebab kenaikan harga yang berpengaruh pada inflasi antara lain disebabkan karena meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi dengan jumlah pasokan, perubahan iklim yang menyebabkan produksi pangan menurun, kelancaran distribusi pasokan terganggu

Untuk itu, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan distributor kebutuhan pokok terkait ketersediaan bahan pokok jelang akhir tahun nanti. “Kami juga sudah sampaikan apa saja kebutuhan yang menjadi prioritas dan permintaannya mengalami peningkatan seperti cabai, dimana juga merupakan salah satu penyebab inflasi,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mendatangkan sayur mayur dari daerah penghasil seperti Sumatera Barat. “Tanggal 24 nanti kami MoU, ya kami harapkan sayur yang dipasok dari sana bisa membuat harga stabil,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kenaikkan harga tiket pesawat, ia mengakui sedikit mengalami kesulitan untuk menekan harga ini, karena kebijakan tidak sampai ke ranah tersebut. “Ini memang sulit karena tidak di kami juga pengaturannya,” ucapnya.

Nmun demikian dalam waktu dekat ini, Pemerintah Kota Batam akan memanggil perwakilan seluruh maskapai untuk mencari solusi kenaikan harga tiket ini.

“Inikan musiman kenaikkannya, nanti kami coba bahas bersama mereka seperti apa solusinnya. Ya kalau bisa jangan terlalu mahal, kasihan masyaraka kita ditambah ekonomi belum pulih,” terangnya.

Sementara itum Kepala Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal mengatakan Batam harus mewaspadai tekanan inflasi hingga akhir Desember nanti. Ia berharap angka inflasi tidak boleh lebih dari 0.84 pesen.

“Ini cukup berat, mengingat inflasi selalu mengalami peningkatan di akhir tahun. Namun begitu TPID tentu akan berusaha fokus bagaimana menciptakan kondisi yang stabil agar angka inflasi bisa ditekan di dua bulan terakhir ini,” kata Gusti.(cr17)

Respon Anda?

komentar