batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, belum pesatnya berbagai pembangunan di Natuna termasuk bidang pariwisata di Natuna disebabkan harga tiket penerbangan pesawat di Natuna masih tinggi.

Pemerintah Daerah kata Hamid, sudah menyurati Kementerian Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara serta Presiden dan wakil presiden untuk meninjau kembali standar harga tiket penerbangan pesawat ke di Natuna.

“Saya sudah mengirim surat kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen Perbuhungan Udara, untuk merevisi standar harga tertinggi tiket penerbangan di Natuna. Supaya tidak lagi harga tertinginya Rp 1,8 juta, tetapi tertingginya Rp 1 juta,” kata Hamid dalam coffee morning bersama sejumlah wartawan di Restoran Doni Ronaldo Ranai, Sabtu (18/11) kemarin.

Dikatakan Hamid Rizal, pemintaan ini untuk mengkaji dan mengevaluasi kembali standar harga tertinggi tiket penerbangan di Natuna untuk mendukung program percepatan pembangunan di Natuna yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dan Natuna sebagai poros maritim dunia.

“Pariwisata di Natuna bakal lambat berkembang, jika Pemerintah tidak menurunkan standar tertinggi harga tiket pesawat di Natuna. Karena selama ini maskapai menerapkan aturan itu, tiket masih diatas Rp 1 juta, padahal rutenya dekat ke Batam,” ujar Hamid.

Menyinggung status terminal bandara yang dibangun Pemda Natuna di kawasan militer, Hamid mengatakan masih dikelola pihak Lanud Raden Sadjad. Dan untuk menjadikan bandara internasional sulit terwujud. Sehingga Pemerintah Daerah mengusulkan membangun bandara internasional.

Saat ini lokasi masih terus dikaji. Rencana tahun depan itu bisa dilakukan pembebasan lahan, tapi harus dipending karena terjadi penurunan dana tranfer ke daerah. Bandara internasional ini sangat penting di Natuna, untuk dijadikan bandara transit antar negara. Dan Natuna berada di perbatasan beberapa negara.

“Wacana dibangun bandara internasional ini sudah disampaikan kepada pemerintah. Dan Pemerintah Daerah meminta dukungan dari Kementerian Perhubungan, agar bisa direalisasikan,” sebut Hamid Rizal. (arn)

Respon Anda?

komentar