Hotel dan Apartemen baru bermunculan di Batam, Namun hal tak seiring dengan tingkat hunian. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Batam Batam mengatakan tingkat hunian masih dibawah lima puluh persen, kamis (26/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam kerap jadi primadona gelaran skala besar. Awal tahun 2018 mendatang, Batam kedatangan tamu paling sedikit 3 ribu orang. Sedikitnya 1.500 kamar hotel bakal terisi.

Mereka adalah peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) yang datang dari seluruh penjuru Indonesia. Rakornas digelar dari tanggal 31 Januari hingga 3 Februari 2018.

Ketua PGRI Batam, Rustam Efendi, mengatakan hal ini tentu menguntungkan bagi ekonomi Batam, terkhusus sektor pariwisata. Ia meyakini bisnis perhotelan Batam juga ketiban rezeki.

“Satu orang belanja Rp 2 juta saja, udah berapa. Ini di luar hotel, dan pasti ada yang bawa uang lebih,” kata Rustam.

Saking membludaknya kebutuhan penginapan saat itu, hotel dibilangan Nagoya dan Jodoh tak tercukupi, sementara kegiatan tersebut punya perkiraan awal bakal membutuhkan 1.500 kamar. Alhasil, penyelenggara akan mencari hotel di bilangan lain.

“Di Nagoya-Jodoh sekitar 1.160, ini bintang 4 ya,” ucapnya.

Menurutnya, peserta maupun hotel yang bakal dipesan diperkirakan bertambah. Ia mencontohkan gelaran Rakornas sebelumnya di Yogyakarta yang diperkirakan 3 ribu tembus 4 ribu peserta.

“Saya yakin di Batam bisa lebih lagi, 3 ribu ini peserta yang wajib bisa saja ada peserta tambahan,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, pihaknya selalu berusaha menarik even nasional untuk di bawa ke Batam. Dengan demikian akan sejalan dengan rencana Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang ingin mengembangkan sektor pariwisata Batam.

“Kita berharap mereka ada tambahan waktu nginap, makin lama kan makin bagus,” ucapnya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, J Tarigan, mengaku gelaran besar yang digelar di Batam berdampak positif pada dunia perhotelan Batam. November_Desember ini, bakal ada acara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam, yang medatangkan masing-masing perwakilan dua peserta dari setiap provinsi.

“Ini berdampak positif ke kami. Acara KAdin memang kami belum dapatkan estimasinya, namun kami sedang menyiapkan segala sesuatunya,” katanya.

Untuk itu ia harapkan Batam tetap jadi primadona gelaran akbar, selain dunia usaha sendiri pihaknya juga berharap dari pemerintah.

“Harapn ini sudah pasti,” ucapnya.

Terkait acara PGRI, ia menilai Januari hingga Februari merupakan waktu low session.

“Pasti cukup banyak hotel yang tersedia,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar