Peserta pelatihan kemandirian keluarga miskin sedang mengikuti pelatihan, Senin (20/11). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Natuna, melatih kemandirian keluarga kurang mampu di Natuna.

Pelatihan yang dibuka Sekda Natuna Wan Siswandi di gedung asrama haji Natuna untuk meningkatkan keterampilan keterampilan berwira usaha, Senin (20/11).

Menurut Siswandi, jumlah penduduk Natuna tahun 2016 sekitar 75.282 jiwa, namun berdasarkan basis data terpadu (BDT) tahun 2016 terdapat 4.838 jiwa atau sebesar 6,43 persen masih dikategorikan keluarga miskin. Angkat kemiskinan tersebut menjadi perhatian pemerintah saat ini.

Upaya pemerintah daerah kata Siswandi, salah satunya melalui pelatihan keterampilan keluarga miskin ini. Diharapkan masyarakat khususnya keluarga miskin dapat meningkatkan keterampilan yang ada, sehingga peningkatan pendapatan keluarga secara ekonomi akan lebih baik.

“Paradigma dalam penangganan masalah sosial tidak saja terfokus pada substansi kemiskinan, tetapi sudah bergeser pada pembangunan keluarga Family Resilience (Katahanan Pangan). Tentu ini pada kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki,” ujar Siswandi.

Upaya mengurangi angka keluarga miskin sambung Siswandi, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah membuat suatu program dalam penanggulangan kemiskinan seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Salah satunya memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri. Mampu memperbaiki kualitas ekonomi.

Kepala dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) pemkab Natuna Kartina Riawita mengatakan, pelatihan keterampilan keluarga miskin ini untuk menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan keluarga miskin dalam mengembangkan usaha supaya menjadi keluarga mandiri. Pelatihan tersebut diikuti 42 peserta dari keluarga miskin dari perwakilan 12 Kecamatan selama lima hari.(arn)

Respon Anda?

komentar