batampos.co.id – BNI dipercaya sebagai bank penyaluran bantuan sosial
oleh Direktorat Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial. Melalui program Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB), BNI memberikan bantuan kepada sejumlah warga Anambas yang membutuhkan
bantuan.

Penyerahan bantuan tersebut telah dilaksanakan 18 November lalu yang dihadiri oleh kepala Dinas Sosial P3APMD, Drs. Yendi, MM, Pemimpin BNI Cabang Tanjungpinang, Masri Indra dan Pemimpin BNI KCP Tarempa, Joko Suprojo. Sedikitnya, BNI telah salurkan bantuan kepada 50 warga lanjut usia yakni warga yang sudah berumur 60 tahun ke atas dengan kondisi terlantar, sakit menahun yang memerlukan bantuan dari orang
lain, tidak berpenghasilan, tidak tinggal bersama keluarga. selain itu juga memberikan 4 orang penyandang disabilitas.

Joko Suprojo, menjelaskan, program ASLUT diberikan kepada 30.000 orang
lanjut usia yang masing-masing akan menerima Rp 200 ribu per bulan setahun di 34 provinsi, 418 kabupaten/kota, 1.531 kecamatan dan 4.492 desa.

Sedangkan untuk program ASPDB diberikan kepada 22.500 penyandang disabilitas yang masing-masing akan menerima Rp 300 ribu per bulan di 34 provinsi, 366 kabupaten/kota, 4.407 kecamatan. Kriteria penerima ASPDB adalah penyandang disabilitas berat
berusia 2 hingga 59 tahun, disabilitasnya tidak dapat direhabilitasi dan hidup bersama keluarga miskin.

“Di Anambas ada 54 orang yang mendapat bantuan. 50 orang lanjut usia dan 4 penyandang cacat. Untuk usia lanjut mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan sedangkan untuk penyandang cacat mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama satu tahun,” ungkap pimpinan BNI kantor Cabang Perwakilan Tarempa Joko
Suprojo, kepada wartawan, Selasa (22/11)

Joko, menambahkan, sebagai bank yang terlahir dari perjuangan bangsa,
BNI mewujudkan komitmen dalam memberikan layanan inklusi keuangan dan mendukung program pemerintah. Untuk BNI Kantor Cabang Tanjung Pinang menyalurkan bantuan kepada 276 lanjut usia dan 51 penyandang disabilitas yang tersebar di 5 kabupaten/kota, meliputi Tanjungpinang, Bintan, Kepulauan Anambas, Natuna dan Lingga.

Tahun depan kata Joko, kemungkinan ada lagi bantuan dengan jumlah yang lebih besar. Bukan hanya kepada penyandang cacat dan lanjut usiap tetapi juga kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. “Tahun depan ada bantuan untuk pelaku usaha
ekonomi produktif,” katanya. (sya)

Respon Anda?

komentar