ilustrasi

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam memberlakukan peraturan baru untuk kargo mulai minggu ini. Pihak jasa pengiriman maupun pribadi haruslah melengkapi dokumen barang, sebelum mengirimkannya ke kargo.

“Sekarang ini kami tak bolehkan lagi menumpuk barang di kargo. Jadi harus lengkap dulu dokumen, baru barangnya boleh ada di sana (Kargo,red),” kata General Manager Bandara International Hang Nadim Batam, Suwarso, Selasa (21/11).

Saat ini ada beberapa dokumen yang tambahan yang perlu diurus oleh para pengirim barang. Suwarso mengatakan dari pihak Beacukai memberikan form tambahan. “Dan form itu harus diisi dan dilengkapi oleh jasa pengiriman,” ucapnya.

Suwarso menuturkan arus pengiriman barang dari Batam ke beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi. Ia mengakui tingginya jumlah pengiriman barang dari Batam ini, karena banyaknya online shop berasal dari sini.

“Jumlah pengiriman barang Senin hingga Kamis itu beda, dengan saat hari Jumat sampai Minggu,” ujarnya.

Perbedaan jumlah ini, kata Suwarso mencapai 30 persen. Ia menerangkan dari Senin hingga Kamis, jumlah pengiriman barang mencapai 50 ton satu perharinya. Sedangkan dari Jumat hingga Minggu satu harinya 80 ton barang.

“Kemarin itu penumpukan, disebabkan hal ini juga. Pengiriman barang sedang tinggi-tingginya,” ungkapnya.

Oleh sebab itulah, Hang Nadim mengeluarkan beberapa kebijakan. “Salah satunya yah itu, dokumen lengkap dulu. Baru barang didatangkan ke kargo,” ucapnya.

Tingginya arus pengiriman barang dari Batam, membuat Suwarso meminta maskapai menambah kapasitas untuk kargo. Barang yang sudah diinapkan sehari lebih, diminta Suwarso menjadi prioritas untuk dikirimkan.

“Atau barang-barang yang bersifat urgent,” ungkapnya.

Sekarang ini, kata Suwarso penumpukan barang di kargo sudah mulai berkurang. Puncak penumpukan ini terjadi Minggu lalu. “Sudah mulai kurang, karena kita berlakukan kebijakan baru ini,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar