Sekjen Direktorat Budidaya laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI memanen budidaya ikan bawal bintang perdana di Kampung Tanah Merah, Desa Penanga, Teluk Bintan, Rabu (22/11).

batampos.co.id – Karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, warga Bintan didorong melakukan pengembangan budidaya ikan bawal bintang.

“Di Jakarta, banyak restoran menyajikan masakan ikan bawal bintang. Harganya sangat fantastis, setiap ons ikan bawal bintang dihargai Rp 20 ribu. Berarti 1 kilo harganya Rp 200 ribu. Ini potensi yang cukup bagus,” ujar Sekjen Direktorat Budidaya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Triharyanto saat melakukan panen perdana budidaya ikan bawal bintang di Kampung Tanah Merah Desa Penaga, Teluk Bintan, Rabu (22/11).

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan air laut harus terus didorong. Terlebih Bintan menerima bantuan kerambah jaring apung dan bantuan benih ikan. Dari bantuan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Di Kepri ada 300 lubang kerambah jaring apung dan target bantuan benih ikan
sebanyak 250 ribu ekor. Ini harapan kita dari budidaya di Kepri mampu memberikan kontribusi untuk pencapaian target secara nasional pada
tahun ini sebesar 24,24 juta ton,” sebutnya.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Toha Tusihadi menyampaikan, pihaknya sangat fokus membimbing kelompok penerima bantuan. Sehingga bantuan yang diberikan bisa diatur mulai dari produksi dan pemasaran hasil produksi budidaya ikan laut.

Menurut Toha, hingga kini pihaknya telah merealisasikan sebanyak 80 lubang kerambah jaring apung di Natuna, 100 lubang di Batam dan 120 lubang di Bintan. (cr21)

Respon Anda?

komentar