Menu Nasi Dagang seperti inilah yang akan difestifalkan di Tanjungpinang. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.idDi Tanjungpinang, apa yang tidak bisa difestivalkan. Bahkan sekali pun itu nasi dagang. Rencananya, festival yang akan digelar akhir tahun ini guna menunjang ekonomi kecil menengah.

Nasi dagang diakui memiliki keunikan. Keunikan kuliner khas Melayu ini tak lepas dari rasa pada sajian. Sajian yang minimalis tak menggambarkan rasa dari nasi yang umumnya berbalut daun pisang ini. Bersanding pula dengan lauk khas laut, yang dimasak pedas. Biasanya berisi sambal bilis atau ikan tamban sambal. Tak ayal paduan ini menciptakan sensasi lemak di mulut. Jadi kian nikmat dengan sandingan lauknya yang memiliki karakter rasa yang kuat.

Nasi dagang yang ditanak menggunakan santan kelapa ini, umumnya menjadi santapan pilihan saat sarapan. Dengan mudah bisa didapatkan di kedai kopi atau warung-warung yang buka pada jam sarapan. Namun Desember nanti, nasi dagang akan memasuki babak baru. Nasi dagag akan masuk gelanggang festival!

“Festival nasi dagang ini menjadi sebuah semangat untuk mengangkat kembali khazanah kuliner lokal agar terus lestari. Juga menjadi motor penggerak ekonomi,” ucap Sapril Sembiring, pengusaha kuliner sekaligus inisiator Festival Nasi Dagang di Tanjungpinang, kemarin.

Atas dasar menumbuhkembangkan kewirausahaan para ibu rumah tangga, forum Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) lantas menggelar Festival Nasi Dagang yang mana disejalankan dengan bazar kuliner rumahan. Setidaknya gawai ibu-ibu ini akan melibatkan paling sedikit 45 pelaku usaha pangan industri rumah tangga.

Nasi dagang dengan rasanya yang khas, pada festival ini, bakal menentukan pengolah lauk dampingannya yang paling cocok. Kreasinya dipulangkan pada juru masak yang mengikuti festival ini. Barangkali ada lauk yang dinilai lebih menggoda lidah ketimbang sambal bilis dan ikan tamban pun dipersilakan. Asal segalanya bersumber dari laut. Ini agar jati diri wilayah bahari terwakilkan dari kuliner lokal ini.

“Harapannya nanti nasi dagang menjadi “booming” sebagai sajian khas untuk disantap. Utamanya kepada para wisatawan yang berkunjung,” sambung Sapril.

Festival nasi dagang ini akan diadakan pada tanggal 16 Desember mendatang. Pada saat itu, masing-masing peserta lomba sudah mengirimkan hasil kemasan nasi dagangnya kepada panitia untuk dinilai para juri.

Dengan juri berpengalaman di bidang kuliner khas lokal yakni juri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, GM Aston Hotel Tanjungpinang dan salah satu penggiat kuliner berpengalaman, Rumah Kue Onnie. Pengumuman Pemenang akan di lakukan pada tanggal 17 Desember 2017 di lokasi acara bazar Kuliner Rumahan di pelataran parkir Swalayan Al-Baik Batu 8 Tanjungpinang.

Terpisah, Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Reni Yusneli mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pilihan menjadikan nasi dagang sebagai komoditas festival itu terobosan cerdas. “Karena nasi dagang ini murah dan amat dekat dengan masyarakat. Saya yakin yang ikut banyak, yang beli juga banyak,” ungkap Reni.

Reni berharap kelak ajang-ajang kreatif berbasis kemasyarakatan semacam ini bisa lebih semarak di Tanjungpinang. Mengingat kini pemerintah daerah sedang getol-getolnya membangun ekonomi berbasis kepariwisataan. “Kemasan yang cantik dan higienis, saya yakin festival nasi dagang ini akan ditunggu-tunggu banyak orang tahun depan,” pungkas Reni. (aya)

Respon Anda?

komentar