Warga sedang menikmati sop kambing tiga saudara. F. Cipi Ckandina/Batam Pos.

batampos.co.idBagi pecinta kuliner yang gemar menyantap daging kambing, tak lengkap rasanya kalau belum mencoba menu andalan sop kambing ‘Tiga Saudara’ yang kini menjadi salah satu pilihan kuliner yang sangat diburu masyarakat Tanjungpinang. Termasuk incaran wisatawan lokal.

Bagi masyarakat Tanjungpinang, menu sop kambing ‘Tiga Saudara’ buatan Ade Dani Ramdani bukan nama yang asing lagi. Meskipun belum genap setahun usaha miliknya itu dibuka, namun rumah makan yang kini dikelolanya secara turun-temurun tersebut, sangat digemari masyarakat Tanjungpinang. Terutama bagi para penikmat daging kambing. “Sop daging kambing khas Jakarta ini, punya rasa berbeda dari sop daging kambing lainnya,” kata Tri, warga Tanjungpinang.

Perbedaan itu bisa dilihat dari racikan bumbu yang dibuat khusus, sehingga menghasilkan citarasa nikmat saat disantap. “Rasa sop kami beda dengan sop kambing pada umumnya. Bedanya ada pada kuahnya. Jadi, sop yang kami hidangkan ini sudah diracik, dengan penambahan susu full cream, rempah-rempah, serta sayuran dan tomat. Sehingga empat sehat lima sempurna, sudah terkandung di dalamnya,” jelas Ade pemilik sop kambing.

Ade menceritakan menu yang disajikan ini merupakan menu warisan dari sang paman, yang sudah mulai berjualan sop kambing sejak tahun 1984 di Jakarta. “Saat itu, paman menjual sop kambing ini, dengan menggunakan gerobak sambil berkeliling di daerah Roxy, Tanah Abang, Jakarta,” ungkapnya.

Waktu terus berjalan, usaha dagang keliling ini terus dirintis oleh pamannya hingga berkembang. Sampai akhirnya menu tersebut, diwariskan kepadanya tahun 1995.
Berharap, ingin bisa melebarkan sayap. Dirinya mencoba memberanikan untuk hijrah ke Tanjungpinang, dengan membuka usaha yang sama. Ternyata, hasilnya sangat direspon positif oleh masyarakat Tanjungpinang, dimana menu sop kambing buatannya itu sangat disukai karena rasanya yang enak. “Alhamdulillah, menu kami bisa diterima baik oleh masyarakat sini (Tanjungpinang, red),” ungkapnya.

Diakui Ade, setiap hari minimal harus menyediakan 3 ekor kambing untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. “Itu pun kalau habis, kami terpaksa masak lagi. Supaya pengunjung bisa kebagian semua,” ucapnya.

Ade menjelaskan, bagi pengunjung yang ingin menyantap menu sop kambing ini bisa memilih bagian yang diinginkan sesuai selera. Mulai dari kaki, kepala, daging, serta bagian dalam dan otak.

“Daging kambing ini dikirim dari Jambi. Paling banyak diminati oleh masyarakat luar daerah, seperti Jakarta, Surabaya, dan lainnya. Tak terkecuali Tanjungpinang,” sebutnya.
Tak hanya unggul dari segi rasa, menu sop kambing buatannya tersebut, juga tidak mengandung banyak lemak, sehingga aman untuk dikonsumsi bagi siapa pun. “Proses penyajiannya sangat panjang. Daging itu tidak langsung kita campurkan ke kuah, melainkan harus direbus dulu selama dua jam, sehingga hasil dagingnya akan lembut dan enak untuk dimakan,” tuturnya.

Harga yang ditawarkan untuk menu sop ini juga sangat terjangkau. Cukup merogoh kocek Rp 28 ribu, masyarakat sudah bisa menikmati sop kambing ini. Bagi yang ingin mencoba kelezatannya, warung ini buka mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Tanjungpinang. (cr20)

Respon Anda?

komentar