ilustrasi

Karin, 42, seorang istri. Ia tak bisa lagi berkomentar saat suaminya, Donjuan, 45, mengaku tidak kuat dengan sikap istri dan justru memilih menikahi pembantunya, Sephia, 32.

Karin sungguh tak mampu berucap saat keluar dari sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Ia duduk lemas di ruang tunggu PA. Air matanya kemudian mengalir butir demi butir di pipi lembutnya.

“Aku masih enggak percaya. Astagfirullah ini sungguh kejam. Kurang ajar,” kata Karin dengan nada penuh emosi.

Pipinya yang memerah dan tatapannya yang tajam seakan ingin menerkam seseorang, namun adiknya meminta ia sabar dan menahan emosi.

“Ada apa sih mbak. Bukannya Mbak sudah tenang bisa menggugat cerai Mas Juan,” tanya Mira, adik kandung Karin.

Mendengar pernyataan tersebut, Karin masih terlihat sedih. Ia terus menangis dan terus menaruh kepalanya di bahu kursi. Sekitar 10 menit, Karin menceritakan suasana sidang gugatannya tadi.

“Tegang banget, tadi majelis membacakan gugatan saya, yang sudah tidak ada kecocokan lagi,” ujar Karin.

Ibu dua anak itu menceritakan suaminya tidak pernah bisa menghiraukan apa yang disampaikan.

“Saya larang rokokan biar enggak kena jantung tapi tidak pernah diindahkan,” tambah warga Tandes itu.

Sebagai istri, Karin merasa memiliki hak atas suaminya. Gaji dan seluruh kebutuhan suaminya ia atur.

“Kalau dapat gaji langsung masuk ke aku, suami aku jatah Rp 25 ribu sehari. Kadang aku minta kalau ada kelebihan. Tujuannya sih biar tidak boros,” tegas Karin.

Dengan prinsip semua harus diatur oleh istri, Karin mengaku selama ini bisa mengatur seluruh keuangan dan kehidupan suami.

“Dulu nurut, setahun terakhir ini suami udah nakal banget. Aku juga enggak betah, dan akhirnya memilih mengajukan gugatan cerai,” urainya.

Ia mengira gugatan itu bisa membuat suaminya kecewa, apalagi selama ini dialah yang mengatur kehidupannya.

“Kirain dia menyesal dan minta kembali ke aku, eh malah bilang minta segera diputuskan ke Majelis. Yang menyakitkan lagi, ia mengaku kalau sudah nikah siri dengan pembantuku gara-gara selama ini enggak betah denganku. Ayo siapa yang enggak marah kalau kayak begitu,” papar dia sembari menangis.

Sementara itu, Donjuan yang ternyata masih ngopi di depan warung PA mengaku sudah lama tidak betah dengan sikap istrinya.

“Saya diam karena kasihan dengan anak anak, kalau sekarang ya tidaklah. Aku sudah punya istri lagi, pembantu di rumah. Masih muda lagi,” kata dia. (sb/han/jay/JPR)

Respon Anda?

komentar