Warga sedang memilih cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (27/11). Harga cabai saat ini mengalami kenaikan harga dari Rp 38.000 per kilogramnya menjadi Rp 58.000.F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tiap bulan, andil inflasi sektor bahan pangan di Batam selalu tinggi. Di dalamnya, sumbangsih komoditi cabai merah cukup siginifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, September lalu komoditi pedas ini menyumbang inflasi 0,0392 dari total inflasi bulan tersebut sebesar 0,53 persen.

Pada bulan berikutnya, Oktober, sumbangsih inflasi komoditi ini tak turun malah semakin memburuk. Tak ayal, komoditi ini menyumbang angka 0,22 persen dari total inflasi 0,72 persen. Andil inflasi cabai merah bertengger pada posisi dua setelah tarif dasar listrik sebesar 0,34 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Rahyudin mengatakan, sektor bahan pangan (termasuk cabai) kerap punya andil inflasi karena Batam sejatinya bukan daerah penghasil pangan dan hasrus didatangkan dari luar Batam. Alur distribusi yang panjang kerap mempengaruhi kualitas bahan pokok bahkan busuk.

“Di daerah asal segar sampai sini kurang segar dana da yang busuk. Jadinya barang tak tersedia, harga pasti naik,” ucap Rahyudin, kemarin.

Apalagi, kata dia, cabai merupakan komoditi yang kerap dikonsumsi masyarakat, ini cukup kontras jika dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat akan komoditi ini.

Menurut dia, alur distribusi tak masalah jika proses mendatangkan bahan pokok via udara (pesawat), hal ini telah dibuktikan Tanjungpinang. “Kalau jalur lama rawan rusak bahan pokoknya,” imbuhnya.

Sejatinya, Pemko Batam juga berencana mendatangkan bahan pangan via udara. Tak hanya itu, ada juga program Rumah Pangan Lestari yang bertujuang mengikutsertakan masyarakat dalama menangani persoalan pangan di Batam. Program ini merupakan program dibawah Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Batam, yakni dengan menanam tanaman produktif seperti cabe maupun bawang.

“Kita targetkan satu rumah, lima polybag,” kata Kepala DKP Batam, Mardanis.Untuk diketahui, tahun ini pihaknya hanya mengadakan 3 ribu bibit. Sebaran bibit tersebut juga masih dilakukan terbatas di Sungai Harapan Sekupang.

“Kalau mau intervesi pasar salah satunya memang begini (gerakan pangan). Kita juga siapkan penyuluh untuk asyarakat yang siap turun,” ucapnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar