Kadinkes Karimun Rachmadi didampingi Direktur RSUD M Sani Zulhadi memakai pita merah sebagai simbol memperingati hari AID Sedunia bersama Sekretaris KPA Kabupaten Karimun Erwan Muharuddin. F.Tri Haryono/Batampos.

batampos.co.id – Senam massal, dan pembagian pita menjadi warna memperingati Hari AIDS Sedunia di Karimun, Jumat (1/12) kemarin. Senam yang dipusatkan di Coastal Area diikuti sebanyak 150 peserta dari kalangan pelajar, masyarakat peduli AIDS (Maskapai), Karimun Sehat Suport (KSS), Budak Melayu Peduli AIDS, Dinas Kesehatan Karimun, RSUD M Sani.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, secara akumulatif untuk penemuan kasus HIV sudah mencapai 1.326 kasus, dan AIDS 537 kasus dari tahun 1999 hingga 2017. Untuk tahun 2017, terjadi penurunan terhadap kasus HIV/AIDS sekitar 91 kasus sampai Oktober dan yang ditemukan positif AIDS ada 24 kasus.

“Artinya, dibandingkan tahun 2016 lalu kasus HIV/AIDS mencapai 118 kasus,” beber Rachmadi.

Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kabupaten Karimun, terus melakukan pendataan terhadap kasus HIV/AIDS. Terutama bagi ibu-ibu hamil agar dilakukan pemeriksaan HIV. Dimana, pada tahun 2016 sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 2184 orang dan yang positif HIV ada 8 orang. Namun, pada tahun ini pemeriksaan terhadap ibu hamil terjadi peningkatan mencapai 3.503 orang dengan terdeteksi positif HIV ada 4 orang.

“Kita prioritaskan kepada ibu hamil, untuk menekan angka kasus HIV. Karena, apabila ibu hamil terkenal HIV otomatis anaknya juga terkena. Untuk itu dilakukan pemeriksaan HIV lebih awal terhadap ibu hamil, apabila ibunya diketahui positif HIV sejak dini bisa dilakukan pengobatan Antiretroviral (ARV) supaya anaknya tidak terkena HIV,” ungkapnya.

Namun demikian kata Rachmadi lagi, untuk kabupaten Karimun gambarannya masih naik turun terhadap kasus HIV/AIDS setiap tahunnya dalam untuk kasus baru HIV/AIDS sekitar 110 sampai 140 kasus. Dan pihaknya menghimbau kepada masyarakat, sesuai dengan tema Saya Berani Sehat, yaitu berani melakukan pemeriksaan HIV/AIDS. Apabila terkena HIV berani melakukan pengobatan.

“Harapannya ada trezero di tahun 2030, yaitu tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat HIV/AIDS dan tidak ada distriminasi terhadap penderita HIV/AIDS,” paparnya.

Sementara itu Sekretaris KPA Kabupaten Karimun Erwan Muharuddin mengungkapkan, dalam memperingati hari AIDS Sedunia diadakan senam sehat yang melibatkan 150 orang dari berbagai elemen masyarakat. Yang dilanjutkan dengan membagi-bagikan pita di tujuh titik dan brosur, tentang pengertian HIV/AIDS bagi masyarakat.

“Tetap kita (KPA kabupaten Karimun-red), terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Apa itu HIV/AIDS dan tidak menular apabila tidak melakukan hubungan badan maupun menggunakan narkoba dengan alat jarum suntik,” jelasnya. (tri)

Respon Anda?

komentar