Kampanye hari aids sedunia di Natuna oleh dinas kesehatan dan KPAD Natuna di simpang Jami’ Ranai. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Memperingati hari Aids sedunia tahun 2017, ratusan pelajar melaksanakan kampanye damai mencegah penularan HIV Aids di Natuna. Aksi yang digelar di Simpang Jami’ Ranai ini diikuti dari berbagai sekolah, baik KPAD Natuna, PMI dan Dinas Kesehatan.

Iklan

Aksi damai tersebut, ratusan pelajar mengajak masyarakat melalui pesan-pesan moral dalam spanduk spanduk maupun selebaran dan penyematan pita untuk ikut peduli mencegah penularan virus HIV.

Kepala Bidang pencegahan dan perlindungan penyakit Dinas kesehatan pengendalian penduduk dan KB Pemkab Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, saat ini angka penularan HIV di Natuna sudah cukup tinggi. Hingga ditahun 2017 ini sudah ditemukan 90 kasus penularan.

Angka kasus penularan HIV tersebut kata Hikmat, merupakan data yang diperolah dari jumlah kunjungan konseling di klinik VCT, dari RSUD maupun dari pemeriksaan lapangan yang disasar kepada warga risiko tinggi atau pekerja seks komersil.

“Sudah sangat tinggi kasus penularan HIV di Natuna. Dari 90 kasus itu, sudah ada 30 lebih penderitanya sudah meninggal dunia. 11 penderi diberikan obat, tetapi sekarang tinggal 4 orang, mereka kemana juga tidak diketahui,” jelas Hikmat.

Dikatakan Hikmat, dari tiga sumber angka penularan HIV yang ditemukan di Natuna cenderung lebih tinggi dari kalangan masyarakat umum, terutama pada ibu rumah tangga. Namun lebih kecil angka kasus ditemukan pada pekerja seks komersil.

Angka ini sambungnya, secara logikanya disebabkan satu orang pekerja seks dapat menularkan kepada 10 orang pelanggannya. Dan kasus penularan HIV ini pertama ditemukan di Natuna sejak tahun 2009 lalu. Tentu fenomena gunung es sudah menghawatirkan terjadi di Natuna.

Peran kesadaran diri sendiri kata Hikmat, sangat diutamakan dalam menekan kasus penularan HIV Aids di Natuna. Angka 90 kasus ini baru terungkap, namun dikawatirkan lebih tinggi kasus yang belum terungkap.

Dinas Kesehatan sambungnya, dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan lapangan untuk melakukan pendataan jumlah pekerja seks komersil di Natuna. Dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Kendala saat ini masih pada perlengkapan pemeriksaan kesehatan untuk virus HIV tersebut. Karena sampel pasien harus dikirim ke Batam.(arn)