Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pencegahan penyebaran HIV/AIDS diyakini akan jauh lebih efektif jika bisa dilakukan sejak dini. Karena itu, Dinas Kesehatan Kepulauan Riau menggelar sosialisasi yang melibatkan ratusan pelajar di pelataran Gedung Gonggong, Tanjungpinang, Minggu (3/12) pagi.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menilai, sudah semestinya bahaya virus ini diketahui para pelajar. Dengan pengetahuan yang baik tentang virus ini, baik itu gejala maupun penyebarannya, diharapkan para pelajar bisa menjaga diri agar tidak terjangkiti virus yang belum ditemukan obatnya ini. “Agar mereka paham, tahu, dan mengerti bagaimana dampak dari penderita HIV/AIDS,” ujar Lis.

Pada kesempatan itu, Lis juga menegaskan kembali betapa penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan jikalau ada dukungan semua lapisan masyarakat. Khusus bagi pelajar, dengan mengetahui sumber penyakit itu, sejak awal sudah bisa dihindari atau diantisipasi. Pencegahan paling efektif adalah dilakukan bekerja sama dengan keluarga yang merupakan orang terdekat.

“Komitmen dalam diri kalian semua, jauhi narkoba dan pergaulan bebas. Bentengi diri dengan iman dan taqwa, yakinlah kalian akan maju menjadi generasi muda yang berhasil di masa depan,” pesan Lis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam pernah menjelaskan bahwasanya kasus HIV yang ditemui di Tanjungpinang masih cukup tinggi. Terutama pada temuan kasus baru. Hal ini mengidentifikasi masih adanya penularan yang terjadi di Tanjungpinang. “Tapi banyak juga yang jumpa sudah AIDS,”lanjut Rustam.

Hingga September kemarin, jumlahnya mencapai 73 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan. “Bisa dipastikan masing-masing kecamatan ada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS),” ujar Rustam.

Dari 73 kasus ini sebanyak 54 persen merupakan kalangan pelanggan. Lalu diurutan kedua penderitanya yakni ibu rumah tangga yang mencapai 24 persen. Sementara 12 persen lainnya merupakan kalangan pekerja seks. Kemudian hubungan laki-laki terhadap laki-laki sebanyak empat persen. Dan waria sebanyak tiga persen.

Sementara itu dari klasifikasi jenis kelamin HIV/AIDS yang terjadi pada kalangan lelaki sebanyak 57 persen. Dan 43 persen lainnya kalangan perempuan.

“Kalau untuk usia justru didominasi usia produktif,” papar Rustam.

Dari himpunan data, sebanyak 77 persen penderitanya merupakan kalangan berusia 25-49 tahun. Sementara 11 persen terjadu pada penderita di rentang usia 15-24 tahun. Delapan persen terjadi di kalangan usia lebih dari 59 tahun. Tiga persen terjadi pada penderita usia kurang dari empat tahun. Dan satu persen terjadi pada penderita usia 5-14 tahun. (aya)

Advertisement
loading...