Pekerja merapikan gas 3 Kg (gas melon) di salah satu distributor LPG . F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah warga Marina, Sekupang mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg. Tidak hanya warga, pengecer gas melon di sana juga mengeluhkan hal yang sama.

Salah seorang warga Perumahan Kota Mas, Marina, Indah mengatakan kelangkaan gas elpiji 3 kg sudah terjadi sepekan ini.

“Sudah seminggu ini sulit kali nyari gas melon. Bahkan dua agen resmi yang biasa menjual gas disini, selalu bilang kosong,” keluh Indah, Selasa (5/12).

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Rahmawati. Warga Perumahan Jupiter, Marina itu mengaku kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut membuatnya terpaksa beralih ke gas elpiji ukuran lebih besar.

“Yang kosong gas melon, kalau ukuran 5,5 kg masih banyak yang jual di toko retail modern,” ungkap ibu dua anak itu.

Selain langka, harga gas elpiji melon ini juga mengalami kenaikan. Salah satu warga, Dian mengaku, beberapa pengecer telah menaikkan harga elpiji. Ia berharap agar, Pemerintah segera menekan dan mengatasi kelangkaan gas elpiji.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu. Padahal di agen hanya Rp 18 ribu pertabung,” jelas dia.

Kelangkaan ini juga dikeluhkan oleh pengecer.

“Biasanya kalau agen kosong, kita masih ada stok. Sepekan ini baru benar-benar kosong karena tak ada pasokan dari agen,” kata Hendra, salah seorang pengecer gas elpiji 3 kilogram. (rng)

Respon Anda?

komentar