batampos.co.id – Pilot dan Lion Air lagi-lagi tersandung kasus narkoba. Kali ini giliran pilot senior berinisal MS yang ditangkap polisi karena kedapatan mengonsumsi sabu di Kupang, NTT, Senin (4/12) malam. Padahal MS dijadwalkan menerbangkan pesawat Lion Air rute Kupang-Surabaya pada keesokan harinya, Selasa (5/12).

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C Nugroho, mengatakan MS ditangkap dalam penggerebekan tim nya di kamar 205 sebuah hotel di Kupang. Saat digerebek, MS sedang pesta narkoba dan minuman keras bersama sejumlah pramugari.

“Dari hasil tes urine, tersangka (MS) ternyata positif menggunakan narkotika golongan I jenis sabu-sabu,” kata Anthon saat jumpa pers di Mapolres Kupang Kota, Selasa (5/12) malam.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa satu buah bong (alat isap), dua buah korek api gas, setengah paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,75 gram, setengah botol miras merek Wisky Black Label, satu buah jarum suntik, dan satu buah telepon genggam. MS langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 112 KUHP sub Pasal 127 KUHP, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Saat ini juga, tersangka sudah dijeblosken ke sel tahanan Mapolres Kupang Kota untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Anthon.

Sementara untuk para pramugari, kata Anthon, tidak ada yang positif menggunakan narkoba. Sehingga mereka dibebaskan usai menjalani tes urine.

Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, membenarkan ada pilot senior Lion Air yang tertangkap tangan sedang menggunakan narkoba. Penangkapan tersebut terjadi pada Senin malam (4/12) di kamar salah satu hotel di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

”Diduga sedang menggunakan narkoba saat dilakukan penggeledahan,” tuurnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), Selasa (5/12).

Rama mengaku berterima kasih kepada pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terus melakukan pemberantasan pengedaran dan penggunaan narkoba.

”Kami sangat mendukung  termasuk pemberantasan penggunaan di kalangan awak pesawat,” imbuhnya.

Menurut Rama, menejemen Lion Air melakukan pengecekan kesehatan setiap awak pesawat setiap pagi pada penerbangan perdana mereka sesuai ketentuan. Khusus untuk pilot juga dilakukan tes kesehatan setiap enam bulan sekali.

Rama menjelaskan, MS termasuk pilot senior dan telah bekerja di Lion Air sejak tahun 2014. Selama ini MS dinilai memiliki catatan kesehatan yang baik.

”Sikap dan perilakunya juga baik,” ungkapnya.

Jika memang yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna narkoba, maka pihak menejemen Lion Air akan mengenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan.

”Termasuk pemberhentian sebagai pegawai,” ujar Rama.

Karena terbukti menggunakan sabu dan ditahan di Mapolres Kupang Kota, posisi MS sebagai pilot Lion Air rute Kupang-Surabaya pada Selasa (5/12) kemarin digantikan pilot lain. Sehingga jadwal penerbangan tersebut tidak terganggu. (lyn/jpg)

Respon Anda?

komentar