Heskiel Herianto Pangaribuan, 14, ditemani Event Sirait ibundanya di ruang ICU RSUD Embung Fatimah, Batuaji korban begal, Selasa (5/12). . F. Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keluarga Iwan Pangaribuan dan Even Sirait, warga perumahan Villa Mukakuning tengah dirundung kemalangan. Pasalnya Heskiel Herianto Pangaribuan, 14 putera pertama mereka kini terbaring kritis di ruangan ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji sejak, Jumat (1/12) lalu.

Heskiel merupakan korban penganiayaan berat yang dilakukan oleh sekelompok remaja saat melintas di jalan lingkungan depan SMKN I Batam, Batuaji, Jumat malam.

Akibat penganiayaan berat itu Heskiel masih koma sampai, Selasa (5/12) siang. Dia mengalami luka yang cukup serius di bagian pelipis kanan, batok kepala bagian belakang dan pundaknya. Menurut keterangan petugas medis di RSUD, luka-luka yang dialami Heskiel itu akibat hantaman bendal tumpul yang berakibat fatal bagi fungsi otaknya.

“Yang paling berdampak itu di batok kepala bagian belakang. Hantaman itu menyebabkan batang otak dan syaraf jadi tak berfungsi,” ujar Even Sirait, ibu Heskiel yang menerangan hasil keterangan medis dari pihak rumah sakit.

Penanganan medis sendiri sudah berjalan maksimal. Setelah dua hari ditangani ruangan instalasi gawat darurat (IGD), Heskiel kini dirawat di ruangn ICU dengan peralatan medis yang sesuai.

“Kondisinya masih kritis. Nanti kalau sudah agak baik baru ke ruangan rawat inap,” ujar seorang petugas medis di ruangan ICU.

Menurut Iwan Pangaribuan, aksi penganiayaan yang menimpah anaknya itu diduga dilakukan oleh kelompok remaja begal. Itu karena menurut keterangan saksi dari tiga rekan anaknya kalau penganiayaan itu terjadi karena Heskiel mencoba mempertahankan sepeda motornya yang hendak dirampas oleh kelompok pelaku.”Saat kejadian anak saya bersama tiga rekannya. Anak saya dipukul karena mencoba mempertahankan sepeda motornya,” ujar Iwan.

Ketiga rekan Heskiel, kata Iwan juga tak bisa berbuat banyak saat itu sebab kelompok pelaku lebih banyak. “Mereka hanya bisa nolong Heskiel ke rumah sakit setelah ditinggalkan para pelaku,” tuturnya.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji saat itu juga, namun sampai siang kemarin, para pelaku belum diamankan. Padahal menurut Iwan identitas salah satu pelaku sudah diketahui berdasarkan keterangan dari tiga rekan Heskiel yang selamat.

“Ya kami tetap berharap agar pelaku semuanya ditangkap. Bagaimanapun ini sudah keterlaluan. Anak kami masih kritis sampai saat ini,” ujar Iwan.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko saat dikonfimasi mengakui adanya laporan itu dan sampai siang kemarin pihaknya masih mengejar para pelaku. (eja)

Respon Anda?

komentar