ilustrasi

Donwori, 45 dan Karin, 43, sudah sekitar 15 tahun membina rumah tangga. Mereka termasuk dari kalangan ekonomi atas. Tinggalnya saja di kompleks perumahan mewah di wilayah Lontar, Surabaya Barat. Materi melimpah dan semua kebutuhan pun terpenuhi dengan mudah.

Namun sayang, ada satu yang kurang. Pasangan pengusaha sukses ini tak dikaruniai anak. Segala upaya sudah mereka tempuh. Termasuk berobat ke dokter sampai ke luar negeri segala. Hasilnya nihil.

Kondisi seperti ini bukan menjadi koreksi bagi Donwori untuk selalu berdoa dan tetap mempertahankan pernikahannya. Lelaki ini justru bermain serong dengan perempuan lain. Sudah sekitar dua tahun dia menyembunyikan istri mudanya.

Awalnya Karin tidak mengetahuinya jika Donwori punya bini muda. Dia tetap beraktifitas seperti biasa, dan sudah pasti seminggu sekali pergi ke Probolinggo untuk mengontrol perusahaannya yang ada di sana.

“Ternyata dia juga ke rumah istri mudanya,” kata Karin saat ditemui di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, Jumat ( 8/12).

“Saya benar-benar dikhianati. Kalau memang sudah tidak cinta, cerai baik-baik akan saya terima. Kalau seperti ini saya akan nuntut keadilan,” imbuhnya.

Karin bisa mengetahui borok suaminya sekitar satu tahun yang lalu. Namun, dia tidak percaya. Tapi, feeling wanita ini semakin tidak enak dan pikirannya terus terganggu. Setelah sekitar enam bulan kemudian dia meminta anak buahnya untuk mencari informasi langsung ke Probolinggo.

“Ternyata benar, dia punya istri baru. Yang bikin saya dongkol, dia kecantol pegawainya sendiri dan nggak ngaku,” tutur Karin yang baru mengikuti sidang pertamanya.

Saking jengkelnya, Karin sempat berkelahi dengan suaminya dalam suatu pertengkaran.

“Saya gitu orangnya, kalau sudah marah langsung sikat,” ungkap Karin.

Setelah pertengkaran itu, Karin memutuskan untuk menemui orangtuanya yang berada di luar negeri dan meminta saran. Wanita ini meninggalkan suaminya sendirian di Surabaya selama empat bulan.

“Biar kapok. Dia benar benar stres saat saya tinggal,” imbuhnya.

Meskipun Donwori begitu terpukul, Karin tak ambil pusing. Akhirnya dia memutuskan untuk menggugat cerai Donwori. Dalam sidang pertama, dia ingin tahu bagaimana wajah suaminya. Tapi, sayang, suaminya lebih memilih diwakili pengacara.

“Dasar pengecut! Kalau merasa benar, ya harus datang,” ucap Karin dengan penuh emosi.

Dari orang-orang terdekat Donwori, Karin dapat kabar jika suaminya belum juga diberi anak meskipun sudah menikah lagi dengan perempuan yang jauh lebih muda dari dia.

“Mestinya kan langsung bisa hamil kan? Lha wong masih muda. Apalagi dia (Donwori, red) ngebet punya anak,” tandas Karin. (sb/ang/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar