Sugianto sedang menjahit sepatu pesanan pelanggannya, Minggu (10/12). F. Jailani/Batam Pos.
batampos.co.id Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang sarat dengan keberagamannya. Bukan hanya handal dalam menyajikan kuliner yang istimewa. Ternyata dibidang fashion, Tanjungpinang memiliki produk sepatu kulit yang diberi merek Rocky. Untuk urusan model bisa disesuaikan dengan selera pemesan sendiri.
Belum luas tersiar luas, bahwa di Tanjungpinang ada pembuat sepatu dari kulit asli. Padahal sepatu hasil karya UD. Rahmansyah tersebut pernah tembus pasaran Singapura. Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul disebut-disebut menjadi pemesan setia Sepatu Rocky.
Sebelum menetap di Jalan Dirgantara, Perumahan Bintan Permai Block C1, Nomor 5. Pemilik usaha, Suginto sudah berpindah-pindah lokasi. Meskipun ditengah keterbatasan kemampuan finansial, Sugianto terus berupaya untuk mempertahankan indentitas yang sudah ia geluti sejak tahun 1975 tersebut.
Pria kelahiran Medan, 59 tahun silam itu menceritakan perjalanan hidupnya yang hanya berurusan dengan membuat berbagai jenis sepatu. Dikatakannya, kepiawaiannya membuat sepatu didapat ketika bekerja di salah satu perusahaan pembuat sepatu kulit di Medan.
“Akhirnya ketika merantau di Tanjungpinang lebih kurang 15 tahun yang lalu, memilih untuk mengembangkan pengalaman saya dapat,” ujar Sugianto dalam bincang-bincang bersama Batam Pos, kemarin.
Disebutkannya, perjalannya usahanya memang mengalami naik turun. Bahkan pada masa jayanya, sepatu kulit hasil karyanya bisa tembus pasaran singapura. Sekarang ini, meskipun ada, tetapi tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, hal itu tidak menyurutkan asanya untuk mempertahankan sepatu tersebut.
“Kami adalah satu-satunya pembuat sepatu lokal di Tanjungpinang. Tentu ini menjadi indentitas yang harus kami jaga dan teruskan,” tegas Sugianto.
Dijelaskannya, kepiawaiannya dalam membuat sepatu ini sudah diteruskan kepada putranya, Kiki. Bahan-baku untuk membuat sepatu, ia datangkan dari Medan dan Bandung. Khusus untuk cetakan sepatu dari Bandung.
“Untuk urusan model, setiap bulan berganti sesuai dengan mode di pasaran. Setiap 15 pasang, kami membayar Rp3 juta,” papar pria yang akrab disapa Sugi tersebut.
Diceritakannya, sebelum pindah di jalan Dirgantara ini, ia menghabiskan lebih kurang 10 tahun di Jalan Kuantan. Sekarang ini, sepatu hasil buatan usahanya hanya dipasarkan dari ke kantor-kantor dan ke sekolah-sekolah yang ada di Tanjungpinang.
“Alhamdulillah banyak yang minat, dan banyak juga yang memesan. Kami memberikan garansi selama enam bulan, jika rusak akan kami perbaiki,” jelasnya.
Disebutkannya juga, sepatu kulit yang dibuat harga jual bervariasi, yakni mulai dari Rp275 untuk cowok dan Rp180 ribu cewek. Diungkapkan Sugianto, Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul sudah menjadi langganan setianya.
“Pak Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul juga memberikan kepercayaanya dengan menggunakan produk yang kami buat,” sebut Sugianto.
Ditambahkannya, kemampuannya bekerja satu hari hanya bisa memproduksi dua pasang sepatu. Sebelumnya ia mampu menghasilkan empat pasang. Karena waktu itu, masih memiliki sejumlah karyawan yang membantunya bekerja.
“Sekarang ini, kami bekerja keluarga. Jika istri sama anak keluar memasarkan produk, saya bekerja sendiri dirumah,” tutup Sugainto.(jpg)

Respon Anda?

komentar