Desain kapalnya sangat eye catching. Tampilannya sangat mirip dengan rumah Batak. Dan semua tampilannya, dibalut dengan tiga jenis kayu, yakni ingul, meranti dan jior.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, kapal yang dibangun itu berukuran panjang 21,5 meter, lebar 7,5 meter, dan tinggi 9 meter. Kapasitas ruang penumpangnya 60 orang dengan dimensi panjang 10 meter dan lebar 5 meter. Bila tak ada aral melintang, “kapal pesiar” skala mini itu akan dilaunching pada pertengahan Desember 2017.

“Inilah progres pembangunan kapal pesiar Pemerintah Kabupaten Samosir. Bagi yang berlibur ke Samosir pada akhir tahun, kami sudah dapat memanjakannya dengan pelayanan dan kemewahan kapal ini,” ujar Rapidin Simbolon, Sabtu (9/12).

Kapal milik Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Samosir ini dibangun dengan biaya Rp. 2,3 miliar. Anggarannya diambil dari APBD Kabupaten Samosir TA 2017. Kapal yang dikerjakan CV. Sumber Rejeki, sudah diuji coba minggu lalu berlayar di sekitaran pantai Tomok.

“Dari hasil uji coba, kapal kayu dengan mesin Marine diesel 100 PK (Paarden Kracht) tenaga kuda itu sudah siap dioperasikan. Ujicobanya berjalan lancar, tidak ada kendala,” ungkap Rapidin.

Konsultan pengawas dari CV. Konsultan Mandiri Teknik, Frando Simatupang menambahkan, kondisi pengerjaan saat ini sudah mencapai 95%. Dijelaskannya, saat ini tinggal merapikan lantai, plitur dinding kapal, dan atap berbahan aspal untuk meredam suara.

“Sudah tahap finishing. Ini tinggal plitur dinding kapal, merapikan lantai, pemasangan fasilitas di ruang penumpang, dan pemasangan atap yang hari ini akan selesai,” jelas Frando.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji langkah Bupati Samosir itu. “Peran CEO atau Gubernur, Bupati, Walikota, itu menentukan 80% kesuksesan daerah dalam membangun destinasi wisata. Negara ini hanya akan dapat memenangkan persaingan di tingkat regional dan global apabila seluruh Kementerian/Lembaga sampai ke CEO Commitmen daerah yang ada bersatu padu untuk fokus mendukung Core Business yang telah ditetapkan. Terimakasih Bupati Samosir. Garapannya sangat bagus. Salam Pesona Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya.

Selama ini tidak ada yang meragukan kekuatan atraksi, baik culture maupun nature. Dua point itu selalu masuk top 20 di TTCI, World Economic Forum. “Karena itu istilahnya, potensi kita sudah global level, performansi kita jauh di bawah. Inilah yang harus kita percepat,” ungkapnya.

Lagi-lagi Menpar Arief yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 itu mengingatkan, bahwa tugas terpenting seorang CEO itu hanya dua. Pertama menentukan arah! Kedua, mengalokasikan sumber daya, baik manusia maupun budget. “Sudahkah sesuai dengan portofolio bisnisnya?” katanya. (*)

Respon Anda?

komentar