Buku Husnizar Hood yang baru diluncurkan. F. Facebook.

batampos.co.id – Penyair Kepulauan Riau, Husnizar Hood meluncurkan buku puisi terbarunya berjudul ‘Aku Hanya Ingin Menjadi Penyair Biasa’ di pelataran Gedung Gonggong, Senin (11/12) malam kemarin.

Bila biasanya acara semacam peluncuran buku diisi dengan diskusi, tidak halnya dengan yang satu ini. Buku puisi ketiga Husnizar yang diluncurkan bersempena ulang tahun ke-50 penyairnya ini dilaksanakan dengan gegap-gempita.

Tidak pula dengan panggung konvensional. Menjadi penuh sensasi lantaran memanfaatkan seputaran area Gedung Gonggong sebagai pentas pertunjukannya. Tangga-tangga yang semula hanya sebuah tangga, menjelma jadi panggung spektakuler dengan tata cahaya dan suara yang sempurna.

“Baru kali ini, ada peluncuran buku puisi, yang dilaksanakan seserius dan semegah ini. Apalagi memanfaatkan pelataran Gedung Gonggong jadi panggung utamanya. Luar biasa,” kata David Hidayat, seorang pengunjung yang hadir.

Pepy Candra, selaku pelaksana utama kegiatan ini, mengatakan, seremonial peluncuran buku yang sensasional ini memang didedikasikannya sebagai hadiah ulang tahun buat suami tercintanya. “Karena katanya, penyair itu sangat bahagia kalau puisi-puisinya dijadikan buku. Jadi saya bersama ketiga anak saya mengumpulkan puisi-puisi Bang Husnizar dan menerbitkannya jadi buku,” ungkap istri Husnizar ini.

Pentas pertunjukan berlangsung meriah juga lantaran menghadirkan karib-karib Husnizar dari pelbagai kalangan. Ada teman sekolahnya, ada teman berpolitiknya, ada abang-adiknya, ada rekan-rekan berkeseniannya. Masing-masing dari mereka, diminta memberikan testimoni mengenai sosok Husnizar yang bukan sekadar penyair, tapi kini juga tercatat sebagai Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul juga ikut hadir. Menurut Syahrul, Husnizar adalah sosok tokoh di Tanjungpinang yang tiada dua. Ia bukan hanya berhasil memberikan kebanggaan buat daerah melalui karya-karyanya. “Tapi juga ikut berkontribusi melalui kerja-kerja politiknya. Dan itu kita semua harapkan tetap berlanjut di usianya yang sudah kepala lima,” ungkap Syahrul.

Lalu bagaimana tanggapan Husnizar sendiri? Tentu, ia tidak punya kata-kata yang bisa mewakili kebahagiaannya malam itu. Husnizar hanya bisa mengucapkan segala terima kasih kepada pihak-pihak yang telah terlibat dalam acara meriah ini. Baginya, masuk kepala lima, adalah bukan alarm untuk berhenti bekerja, tapi sebaliknya. “Saya akan tetap terus bekerja dan mengabdikan diri saya pada kesenian dan daerah ini. Dengan segala hal yang saya bisa dan saya cinta,” ungkapnya.

Asisten I Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum pun berharap sedemikian. Menurutnya, ide-ide serta masukan Husnizar dalam pembangunan budaya Melayu di Kepri masih amat dibutuhkan. “Karena ide-ide Husnizar ini selalu kreatif, segar, dan dinanti,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar