batampos.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menganggarkan sedikitnya Rp 54 miliar untuk menggaji tenaga guru yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri tahun 2018 mendatang.

Kepala Disdik Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengungkapkan anggaran sebesar itu digunakan untuk membayar 2.600 guru honorer yang mengabdi di tingkat SMA negeri sederajat di Provinsi Kepri.

Dia merinci Rp 19 miliar digunakan untuk membayar gaji 712 guru tidak tetap (GTT), dan Rp 34 miliar guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang lebih dikenal dengan tenaga honorer provinsi. “Total Rp 53 miliar untuk gaji guru honorer saja,” kata Arifin saat dijumpai di Sekupang, Rabu (13/12).

Disinggung mengenai pemerataan guru, Arifin mengaku tengah mendata ulang jumlah kebutuhan guru yang ada saat ini. Dia mencontohkan seperti SMA 1 Batam misalnya memiliki empat guru agama, berarti ini kelebihan dan ini harus dipindahkan ke sekolah yang membutuhkan.

“Tapi mutasi mereka masih di Batam, tidak sampai ke luar daerah,” sebutnya.
Menurutnya, beberapa sekolah telah mengusulkan kebutuhan guru yang terjadi di masing-masing sekolah mereka, dan ke depan pihaknya berusaha melakukan pemerataan ini. “Yang paling tidak merata itu daerah hinterland (pesisir, red), kalau yang kota hampir sudah tercukupi,” sebutnya.

Ia menyebutkan kabupaten yang masih mengalami kekurangan guru saat ibi diantaranya Natuna, Anambas, hingga Lingga. “Di tahun 2018 kami harapkan beberapa kekurangan tenaga pengajar ini akan kami coba penuhi. Dalam waktu dekat ini kami akan ke sana untuk melakukan pendataan tenaga guru ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai pembukaan calon PNS yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara, Reformasi dan Birokrasi (KemenpanRB), Arifin mengungkapkan telah mengajukan jumlah kuota guru yang akan dibuka. “Kalau kuota kita inginnya banyak, tapi sudah diterima 500 saja sudah sangat bersyukur,” terangnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar