batampos.co.id – Singapura meluncurkan program car sharing atau mobil sewa berbasis mobil listrik untuk pertama kalinya, Selasa (12/12) lalu. Program ini dimaksudkan untuk mendorong warga Singapura memilih transportasi umum dan menghindari pembelian mobil pribadi.

Iklan

Layanan tersebut akan dioperasikan selama satu dekade oleh BlueSG, sebuah unit dari perusahaan Prancis, Bollore Group. Program car sharing merupakan bagian dari rencana pemerintah Singapura untuk mengurangi jumlah kendaraan di negaranya.

Seperti dilansir Reuters, pihak Bollore menyebut akan mengoperasikan program car sharing di Singapura serupa dengan yang telah dioperasikan di negara lain, seperti Amerika, Prancis, dan Italia.

Bollore saat ini setidaknya 80 mobil dan 32 stasiun pengisian baterai mobil listrik di Singapura. Targetnya, mobil listrik sewa ini akan mencapai jumlah 2.000 unit pada 2020 mendatang.

“Layanan car sharing di Singapura akan menjadi yang terbesar kedua setelah Paris, Prancis,” tulis BlueSG seperti dikutip Reuters, Selasa (12/12).

Mobil BlueSG memiliki hatchback dua pintu berkapasitas empat orang. Mobil ini menggunakan baterai polymer lithium-metal, yang memungkinkan mobil memiliki daya tahan perjalanan sejauh 200 kilometer.

Nantinya, pengguna dapat memilih dua cara untuk menggunakan mobil ini. Cara pertama adalah dengan menyewa mobil dengan biaya sekitar 0,50 dolar Singapura per menit atau sekitar Rp 5 ribu per menit.

Cara kedua adalah berlangganan tahunan dengan biaya sekitar 0,33 dolar Singapura atau sekitar Rp 3.300 per menit. Tarif tersebut sama dengan tarif layanan car sharing di Paris.

BlueSG mengatakan, sebelum peluncuran, setidaknya sudah ada 2.000 anggota yang telah mendaftar layanan car sharing berbasis mobil listrik ini. (jpg)