Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia kembali mengorbitkan Festival Danau Ranau sebagai salah satu destinasi wisata besar di Pulau Sumatera. Tetap mengedepankan kekuatan alam dan budaya Pulau Andalas sebagai atraksinya di acara tersebut.

Festival tersebut akan digelar mulai 14 sampai 16 Desember 2017. Menjadi danau terbesar kedua di Pulau Andalas, sudah selayaknya Danau Ranau mensejajarkan diri dengan Danau Toba. Menjadi agenda rutin tahunan dan memasuki tahun ke-22, festival rencananya digelar di Kawasan Wisata Danau Ranau Banding Agung, keljrahan Bandar Agung, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKU Selatan Darmawan mengungkapkan, wisatawan akan diajak melihat dari dekat berbagai ragam budaya dan keindahan alam Danau Ranau.

“Dengan waktu penyelenggaraan selama tiga hari, dijamin semua pengunjung puas. Festival Danau Ranau mengajak wisatawan untuk bersama-sama mengeksplor keindahan dan potensi alam di dini. Kami juga akan menpilkan berbagai atraksi kebudayaan,” ungkapnya.

Memanjakan wisatawan, menu kebudayaan ala Festival Danau Ranau rencananya diawali dengan karnaval budaya dan parade kesenian lokal. Darmawan menambahkan, Sumatera Selatan kaya akan warna budaya. “Wilayah kami memiliki baragam budaya. Dengan festivsl ini, kami ingin wisatawan bisa menikmati dan memberikan inspirasi bagi mereka akan beragam pesan moral yang disampaikan. Bsnyak hal yang bisa dipelajari karena budaya di sini memiliki nilai filosofi tinggi,” lanjutnya.

Sarat dengan muatan edukasi, Festival Danau Ranau tetap memberikan kesegaran dengan aneka game seru. Beberapa event perlombaan yang bisa diikuti diantaranya FDR Chalenge 2017, Lomba Menghias Kampung, Lomba Prrahu Cadik, juga Lomba Kreativitas Membuat Cendera Mata. Ragam perlombaan tersebut menyediakan hadiah mulai cash money, trofi, piagam, dan hadiah hiburan lainnya. Darmawan juga mengatakan, Festival Danau Ranau ini juga menjadi ajang bagi para penghobi burung berkicau untuk kebolehan.

“Festival ini juga menyediakan lomba burung berkicau. Di wilayah kami ada banyak komunitas pecinta burung. Kalau mereka dikumpulkan di sini tentu akan menambah semarak suasana festival dengan merdunya kicauan burung. Sama seperti lomba lainnya, lomba kicau burung jugs memberikan hadiah besar,” ujar Darmawan.

Membuktikan keseriusan Provinsi Sumatera Selatan memajukan potensi wisata Danau Ranau, festival ini akan melibatkan berbagai elemen budaya dari 17 kabupaten/kota serta 19 kecamatan se-Kabupaten OKU. Darmawan mengatakan, mengakomodir keinginan generasi milenial, Festival Danau Ranau mrnyediakan banyak spot untuk berswafoto.

“Kami juga ingin menjaring pengunjung dari generasi muda milenial. Kami sudah siapkan spot-spot untuk berselfie ria. Lokasi selfie yang kami sispkan pasti bagus dan banyak,” ujarnya.

Memiliki luas 125,9 kilometer persegi, Danau Ranau memiliki kedalaman antara 174-229 meter. Dengan latar belakang Gunung Seminung, Danau Ranau juga memiliki keumikan lain karena di tengahnya ada Pulau Marisa. Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, Danau Ranau memiliki keindahan yang sama dengan Danau Toba karena sama-sama memiliki pulau di tengahnya.

“Kondisi air di Danau Ranau sangat tenang sehingga semakin bertambah cantik. Pokoknya tidak kalah cantik dengan Danau Toba. Lebih unik lagi karena di tengah Pulau Marisa ada sumber air panas alami. Wisatawan pasti akan semakin puas karena parade budaya dan lomba yang disajikan luar biasa. Lokasinya juga mudah dijangkau,” tutur Eshty.

Membentang sampai masuk wilayah Provinsi Lampung, Danau Ranau pum sangat mudah dijangkau. Bila wisatawan menempuh petjalanan dari Kota Lampung selama 6 jam. Rute yang harus dilewati adalah Bandar Lampung, Kota Bumi, Bukit Kemhning, Liwa, Kotabatu, Sukamarga, lalu Banding Agung. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Frstival Fanau Ranau memiliki nilai penting dalam pelestarian dan pengembangan nilai seni budaya.

“Pariwisata dapat membantu meningkatkan perekonkmian masyarakat dan mengurangi perpindahan penduduk dari daerah ke kota besar. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata perlu diperhatikan meliputi atraksi, aksesibilitas, dan amenitas-nya,” jelas Arief.

Identik dengan destinasi wisata lainnya, Festival Danau Ranau diyakini akan mendatangkan banyak keuntungan ekonomis. Dengan atraksi dan daya tarik alam yang dimilikinya festival ini pun strategis untuk mendatangkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) khususnya ke Sumatera Selatan

“Danau Ranau sangat bagus, indah, dan punya kekuatan atraksi, Selamat atas penyelenggaraan Festival Danau Ranau 2017, sukses buat warga Oku Selatan Sumatera,” tandas Arief. (*)

Respon Anda?

komentar