Pilwako Pinang

batampos.co.id – Agar pengawasan pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang bisa berlangsung lancar dan sesuai yang diharapkan, perlu adanya kesadaran terhadap pengawasan partisipatif dari berbagai elemen. Termasuk pula dari ketua RT/RW setempat. Atas dasar itu, kemudian Panitia Pengawas Pemilu Tanjungpinang menggelar sosialisai pengawasan pilkada yang melibatkan seluruh elemen dari tokoh masyarakat dan ketua RT/RW.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada Ketua RT/RW tentang tugas dan wewenang Panwaslu, serta melibatkan dan meningkatkan peran RT/RW dalam pengawasan partisipatif guna mensukseskan Pilwako Tanjungpinang,” ujar Maryamah, Ketua Panwaslu Tanjungpinang, kemarin.

Ketua RT/RW, kata Maryamah, merupakan tingkatan yang paling dekat dengan masyarakat, berperan besar dalam mewujudkan pemilu yang bersih, demokratis dan bermartabat serta mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran Pilkada, dengan meningkatkan jiwa masyarakat sadar pengawasan.

Muhamad Zaini, Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, menambahkan bahwa Panwaslu fokus meningkatkan tugas pengawasan, dengan strategi pencegahan terhadap potensi pelanggaran, meningkatkan partisipatif masyarakat dan stakeholder serta penindakan pelanggaran jika ada temuan atau laporan. Sekaligus menjelaskan bentuk-bentuk pelanggaran Pilkada dan sanksinya berdasarkan UU No.10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

“Panwaslu berharap, Ketua RT/RW bisa berperan sebagai ujung tombak pengawasan, meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjadi pemilih cerdas, serta membantu pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran menuju Pilkada yang berkualitas, jika ada dugaan pelanggaran laporkan ke Panwaslu, Panwascam, PPL atau pengawas TPS,” ujar Zaini.

Zaini juga menegaskan, bahwa saat ini akan segera terbentuk Sentra Gakkumdu, melekat di Kantor Panwaslu. Kerjasama antara Panwaslu, Polres dan Kejari, yang akan memproses setiap dugaan pelanggaran. Secara umum Pilkada yang berkualitas, kata Zaini, dapat dinilai dari lima indikator; penyelenggara yang berintegritas dan profesionalitas; tingginya partisipasi masyarakat dan cerdas menggunakan hak pilihnya; suasana yang aman, kondusif dan tertib, proses demokratisasi internal parpol; terpilihnya pemimpin yang mendorong pemerintahan yang bersih dan program pembangunan peduli rakyat.

“Sejatinya pemilu merupakan sarana edukasi politik yang mencerdaskan generasi bangsa,” pungkasnya. (aya)

Advertisement
loading...