Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Faktor cuaca ternyata tak hanya berpengaruh terhadap komoditas sayur mayur. Namun, juga terhadap hasil laut (Ikan).

Iklan

Di Pasar Tos 3000 misalnya, sejumlah pedagang ikan mengaku kesulitan untuk mendapat ikan segar. Para nelayanan kesulitan mendapat ikan karena cuaca di laut yang kurang bersahabat.

“Kami kurang tahu juga, katanya cuaca kurang bersahabat. Jadi ikan sulit di dapat,” ujar Ujang pedangang ikan di pasar Tos 3000, Minggu (17/12).

Menurut dia, pada hari biasa ikan kecil seperti benggol, sarden, mata besar, teri berlimpah. Para pembeli pun bisa mendapatkan ikan dengan harga murah. Berkisar Rp 20-35 ribu perkilo.

“Dua hari ini benggol kosong, padahal itu yang banyak dicari ibu-ibu. Kalau pun ada yang jual itu pasti tak segar” imbuhnya lagi.

Meski begitu, Ujang dapat jatah untuk jual ikan tongkol segar. Harga ikan tongkol putih Rp 30 ribu sekilo, sedangkan ikan tongkol merah Rp 23 ribu sekilo.

“Ikan lain memang susah, tapi tongkol lumayan banyak keluar,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos Minggu pagi, sejumlah pedagang terlihat tetap memasarkan ikan yang tidak segar. Mata ikan terlihat merah dan dagingnya pun terasa lembek.

Tak hanya ikan, cabai di pasar tersebut juga langka, meski harga Rp 45-50 ribu perkilonya. Musni salah satu pedagang tak tahu persis penyebab kelangkaan cabai merah kriting.

‘Saya yang biasa jual cabai, tak dapat bagian untuk cabai merah. Jadi sekarang jualnya cabai rawit saja,” imbuh Murni.

Dikatakan Murni, cabai rawit ditawarkan Rp 36-40 ribu perkilonya. Sedangkan untuk cabai setan Rp 50-60 ribu perkilo.

“Seminggu lalu harga cabai memang sempat turun, tapi kemudian naik lagi. Tapi langka,” ujarnya.

Asri, salah seorang di pasar Tos 3000 mengaku terpaksa membeli cabai merah kriting Rp 45 ribu perkilo. Menurutnya harga tersebut sudah lumayan murah dibanding tempat pedagang lainnya.

“Ini yang agak murah, meski tak semua cabainya segar. Mau gimana lagi, susah cari cabai,” imbuhnya. (she)