ilustrasi

batampos.co.id – Perencana Keuangan, Agustina Fitria Aryani mengatakan, beban menikah tidak seberat untuk memiliki rumah. Sebab, biaya nikah masih dalam batas koridor yang bisa dikontrol.

Iklan

Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar lebih memprioritaskan membeli rumah. Sementara untuk menikah, tidak perlu mewah yang penting tetap terlaksana niat baiknya.

“Balik lagi kan kalau nikah biayanya bisa dibicarakan. Artinya gini, disepakati dulu mau yang berapa, dan tanggungan siapa. Nikah juga kan bukan cuman hari H, kita jangan mikirin pestanya saja, tapi setelahnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/12) kemarin.

“Jadi, prioritaskan cicilan rumah dulu. Yang penting resmi dulu kan, pesta bisa disusul. Lebih baik pikirkan masa depan, bukan pada satu hari itu saja,” sambungnya.

Jika masih merasa gengsi, lanjutnya, dia menyarankan agar hal itu tidak terlalu diambil pusing. Menurutnya, gengsi tidak akan membuat seseorang menjadi lebih baik, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang baik.

“Nah, sekarang mau gengsi atau mau hidup enak? Itu balik lagi, mau bertahan berapa lama kalau hidup pakai gengsi. Daripada bingung setelah nikah mau tinggal dimana,” pungkasnya. (hap/JPC)