Pekerja menggesa pembangunan rumah. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id –  Sulit rasanya para generasi milenial saat ini bisa memiliki rumah. Pasalnya, harga hunian terus meroket setiap tahunnya. Jika tidak gerak cepat, maka harganya akan semakin tak terjangkau oleh penghasilan.

Apalagi, saat ini rata-rata penghasilan para pekerja swasta banyak yang masih di angka Rp 3 jutaan per bulan. Apakah dengan penghasilan tersebut bisa memiliki rumah ?

Perencana Keuangan, Agustina Fitria Aryani mengatakan, mereka yang memiliki penghasilan sebesar itu masih bisa memiliki rumah. Dengan catatan, rumah yang mereka cicil tidak lebih dari angka cicilan sehat untuk keuangan yang sebesar 30 persen dari gaji.

“Ada klien itu rata-rata gaji mereka 3,3 juta, nah kalau untuk dicicil sehat itu palingan Rp 1,2 juta,” ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/12).

Selain itu, Agustina juga menyarankan agar para kaum milenial bisa membeli rumah dengan menggunakan skema KPR subsidi yang ditawarkan oleh perbankan. Sebab, skema tersebut tawarkan kepemilikan rumah dengan cicilan yang ringan.

“Tapi kalau mereka gaji segitu kan bisa ngambil KPR subsidi jangan komersil, karena gaji mereka masih di bawah Rp 4 juta. Kalau ambil skema itu palingan cicilan bisa di bawah Rp 1 juta,” jelas dia.

Meski tidak mewah, lanjut Agustina, paling tidak pada kaum milenial bisa memiliki hunian sendiri. Mereka pun tidak akan bingung dengan tempat tinggal saat telah menikah.

Disamping itu, para generasi micin ini pun juga tidak perlu khawatir dengan harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Mungkin bukan rumah impian lah, tapi paling tidak mereka punya tempat tinggal sendiri,” tutupnya. (hap/JPC)

Respon Anda?

komentar