batampos.co.id – Sat Reskrim Polres Karimun terus melakukan penyelidikan terkait penangkapan 600 balpres atau pakaian bekas dari Singapura yang diangkut menggunakan kapal tanpa nama di Pulau Nipah, Kecamatan Karimun.

Iklan

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin mengungkapkan, dari penangkapan kapal kayu yang di dalamnya ada memuat ratusan balpres belum ada tersangkanya. Namun, tidak berarti penyelidikan yang dilakukan polisi berhenti sampai di situ saja. Melainkan, Sat Reskrim telah mengantongi identitas nakhoda kapal yang diperkirakan sudah melarikan diri ketika mengetahui kapalnya ditangkap.

“Nakhoda kapalnya saat ini masih diburu oleh polisi,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin kepada Batam Pos, Rabu (20/12) didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Tanjungbalai Karimun, Bernhard.

Saat tim dari Operasi Pekat Seligi 2017 melakukan penindakan terhadap kapal di dalam kapal hanya ada dua orang. Dan, keduanya hanya bertugas menjaga kapal. Untuk itu, keduanya hanya menjadi saksi dalam kasus ini. Sedangkan, yang bertanggungjawab terhadap kapal dan muatannya adalah nakhoda. Untuk itu, sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan tentang keberadaan nakhoda kapal.

”Selain itu, dalam operasi Pekat Seligi 2016 Polres Karimun juga menyita 875 botol miras berbagai merek dengan kadar alkohol di atas 40 persen. Ratusan botol miras disita dari gudang CV OP. Penyitaan minuman ini dilakukan karena izin edar yang dimilikim sudah habis masa berlaku. Kemudian, pita cukai yang ada di dari minuman tersebut sudah habis masa berlakunya. Yakni, pada 2011. Selain itu, kita juga berhasil mengamankan pemain judi dan penjual judi sie jie yang jumlahnya 7 orang,” paparnya.

Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Bernhard secara terpisah menyebutkan, pihak megapresiasi langkah dan penindakan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di Karimun,. ”Yang jelas, kita bersama polisi di Karimun akan selalu meningkatakan hubungan komunikasi dan koordinasi dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik menyatakan, perlu diketahui bahwa pada saat operasi pekat, khususnya ketika melakukan pemeriksaan gudang miras, polisi melibatkan petugas dari BC. ”Dan, untuk balpres dalam proses selanjutnya, nanti bisa dilimpahkan ke BC untuk penyidikan atau bisa kita proses berdasarkan dengan aturan perdagangan,” jelasnya. (san)