Presiden KUKKIWON(World Taekwondo Headquaetrs), Oh Hyun Deuk menyerahkan sertifikat kenaikkan dari DAN VIII ke Sabuk Hitam DAN IX kepada Pembina YUTI dan UTI Pro, Grand Master Lioe Nam Khiong di Seoul Korea Selatan, Kamis (21/12). Foto: Dokumentasi YUTI dan UTI Pro untuk Batam Pos

batampos.co.id – Grand Master Lioe Nam Khiong resmi menyandang sabuk hitam DAN IX. Penyerahan Sertifikat kenaikkan dari DAN VIII ke Sabuk Hitam DAN IX kepada Pembina YUTI dan UTI Pro itu diserahkan langsung oleh Presiden KUKKIWON(World Taekwondo Headquaetrs), Oh Hyun Deuk di Seoul Korea Selatan, Kamis (21/12).

“Selamat Anda kini pemegang sabuk hitam DAN IX yang merupakan sabuk tertinggi Taekwondo di Indonesia sejak berdiri pada 1973,” kata Oh Hyun Deuk saat penyerahan Sertifikat DAN IX kepada Grand Master Lioe Nam Khiong.

Sebelumnya GM Lioe Nam Khiong mengikuti ujian kenaikkan DAN bersama sejumlah pengurus teras UTI Pro pada 10 November 2017 di Seoul Korea Selatan. Di antaranya Lam Ting, Suwandi Gunawan, Ganis Hartono, Billy Komara, dan Azhari yang dinyatakan lulus dengan baik.

Penyerahan sertifikat DAN VIII akan di laksanakan di Indonesia oleh ketua umum UTI Pro Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi bersama Grand Master Lioe Nam Khiong, Grand Master Lioe Nam Khiong melalui pesan singkat, Sabtu, (23/12) mengatakan, prestasi ini akan menambah motivasi untuk tetap berkarya mengembangkan olahraga Taekwondo di Indonesia.

“Terima kasih kepada KUKKIWON yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai pemegang sabuk hitam DAN IX , dan tentunya saya akan menjaga amanah ini,” ujar Lioe Nam Khiong.

Ketua Umum UTI Pro, Andogo Wiradi mengaku bangga atas prestasi dan penganugerahan sabuk hitam DAN IX kepada Pembina UTI Pro dan YUTI.

“Ini suatu kehormatan buat UTI Pro dan YUTI guna memacu kinerja organisasi dalam mengembangkan Taekwondo di Indonesia,” ujar Andogo.

Senada dengan Andogo Wiradi, Ketua Yayasan Universal Taekwondo Indonesia Ngatino mengatakan, pencapaian prestasi sabuk hitam DAN IX oleh Lioe Nam Khiong berdampak terhadap kinerja organisasi.

“Ini sebuah prestasi yang luar biasa karena selain ketekunan dan membutuhkan jangka waktu pengabdian selama 44 tahun untuk mencapai DAN IX tersebut, diharapkan dapat lebih mengangkat panji UTI pro dan prestasi Taekwondo di Indonesia,” ujar Ngatino, SH,MH yang juga Sekjen PB Wushu Indonesia. (iwa)

Respon Anda?

komentar