batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). Hasilnya, satu pilot Citilink dilarang terbang karena terindikasi mengonsumsi narkotika.

Pagi itu, pilot bernama Kristianto tersebut sedianya menerbangkan pesawat Citilink rute Batam-Medan. Namun karena diduga mengonsumsi narkoba, Kristianto ditahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Terindikasi seperti itu (mengonsumsi narkoba, red),” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi di Hang Nadim, Jumat (22/12).

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan Kristianto positif narkoba. Meskipun polisi sudah dua kali melakukan tes urine pilot tersebut.

“Dua kali tes, hasilnya tetap sama,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, setelah dua kali menjalani tes urine, Kristianto langsung digiring petugas Ditresnarkoba Polda Kepri ke Mapolsek Bandara Hang Nadim. Dari pukul 10.00 hingga 11.30, pihak kepolisian masih terus meminta keterangan Kristianto.

Untuk memastikan Kristianto mengonsumsi narkoba atau tidak, ia harus menjalani sejumlah tes lanjutan. Antara lain tes darah.

General Manager Operasional Hang Nadim Batam Suwarso membenarkan pihaknya melarang pilot itu untuk terbang. “Kami larang, hingga pemeriksaanya selesai,” ujar Suwarso, Jumat (22/12).

Suwarso mengatakan, kepada polisi pilot itu membantah menggunakan narkoba. Menurut dia, pilot tersebut mengaku baru saja mengonsumsi obat batuk karena memang sedang sakit batuk dan demam.

“Pengunaan obat itu boleh, tapi ada prosedurnya,” ucap Suwarso.

Ia menjelaskan, bila pilot sedang dalam keadaan sakit atau tidak sehat, harus lapor ke otoritas yang berwenang di bandara. Lalu pilot akan disarankan minum obat. “Namun tidak bisa langsung terbang, harus istirahat dulu selama dua jam. Makanya kadang ada delay, salah satunya akibat pilot harus istirahat sehabis minum obat,” ujarnya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi berbincang dengan pilot saat sidak pengamanan Natal dan Tahun baru di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Apakah pilot ini sudah melaporkan dia sakit dan minum obat? Suwarso mengatakan dari sepengetahuan pihaknya, belum ada laporan pilot tersebut sakit. “Untuk mengetahui apakah itu obat atau zat lainnya, nanti akan diketahui setelah hasil pemeriksaan pihak kepolisian,” ucapnya.

Suwarso mengatakan sangat mendukung langkah yang diambil kepolisian. Karena jika benar pilot tersebut mengonsumsi obat-obatan terlarang, itu sangat membahayakan penumpang.

Sementara itu, VP Corporate Communications PT Citilink Indonesia, Benny Siga Butarbutar, membantah pilotnya menggunakan narkoba. Dari pengakuan Kristianto, ia hanya menggunakan obat yang dibelinya di luar.

“Itu obat flu,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kristianto tercatat sebagai pilot yang sangat cakap dan baik. Sejauh ini belum ada catatan buruk dari pilot itu. “Sejauh ini track record-nya sangat baik,” tuturnya.

Benny juga memastikan, penerbangan Citilink rute Batam-Medan kemarin berjalan lancar. Sebab pihaknya telah menyiapkan pilot pengganti Kritianto. “Kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Terkait dengan razia ini, Benny mengatakan pihaknya sangat kooperatif dan menyambut baik. “Kami sangat berterimakasih, dan juga terus memantau,” ucapnya. (ska)

Advertisement
loading...