Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Gara-gara memiliki penis yang berukuran kelewat besar alias kegedean (banget), Roberto Esquivel Cabrera diakui negaranya, Meksiko, sebagai kalangan berkebutuhan khusus. Sebab, dia nyaris tidak bisa beraktivitas normal.

Panjang junior pria asal Kota Saltillo itu 18 inci (48,3 cm), nyaris menyentuh lutut. Cabrera mengatakan, memiliki benda berharga dengan ukuran raksasa membuatnya repot.

”Aku nggak bisa pakai seragam seperti lainnya di pabrik. Aku nggak bisa bergerak cepat. Jadi, penilaian bos buatku berkurang,” curhat dia. Pria berusia 55 tahun itu pun terpaksa menganggur.

Ukuran penis raksasa tersebut jelas bukan berkah dari Yang Mahakuasa. Melainkan gara-gara ulah Cabrera sendiri. Sejak berusia 18 tahun, dia hobi mengalungkan beban ke bagian pribadinya. Tujuannya, ia ”tumbuh” ke bawah. Meski kondisi itu menyiksa, Cabrera enggan melakukan operasi. ”Aku bahagia dan bangga dengan kondisiku. Sebab, orang lain nggak mungkin menyaingiku,” ucapnya.

Padahal, menurut dokter yang menanganinya, nyaris separo bagian organ vital yang dibanggakan Cabrera itu adalah kulit.

”Kalau tidak dioperasi, dia akan mengalami infeksi saluran kencing. Selain itu, bentuk penis yang abnormal membuat dia sulit mendapat keturunan,” tegas dr Jesus David Salazar Gonzalez dari Centro de Salud Mental de Saltillo. Apa artinya macho tapi bikin sengsara (dan belum juga punya pasangan)? (metro/fam/c11/ang)

Advertisement
loading...