Ilustrasi.

Cinta bisa datang dari mana saja. Bisa dari kebaikan, kecantikan, ketulusan, jalaran saka kulina, juga bisa dari harta. Nah, alasan terakhir inilah yang masuk kategorinya Donjuan, 46.

Dua puluh satu tahun lalu, oleh temannya, Donjuan dikenalkan dengan seorang gadis. Namanya Karin, 45. Karena orang tuanya kaya dan termasuk yang terpandang di desa, kadar jatuh cinta Donjuan langsung 100 persen. Tanpa mau berlama-lama, apalagi saat itu Karin juga kebelet nikah, pinangan Donjuan langsung diterima.

Singkat cerita, pesta meriah tujuh hari tujuh malam digelar. Tiga ekor kerbau disembelih untuk menjamu ribuan tamu. Maklum, ketika itu orang tua Karin saking bahagianya karena mantu pertama, anak perempuan pula.

Buwuhannya banyak. Semua diserahkan kepada kami berdua. Waktu itu dapatnya ratusan juta,” kata Karin, bahagia.

Kehidupan layaknya rumah tangga bahagia sakinah mawadah warrahmah dijalani Donjuan dan Karin. Donjuan yang seorang guru, akhirnya menjadi PNS berkat campur tangan ayah Karin.

“Sama Mas Juan saya nggak boleh kerja. Disuruh di rumah saja ngurus anak dan suami,” lanjut jebolan kampus swasta terkenal di kawasan Surabaya Timur itu.

Mereka pun kian bahagia dengan lahirnya tiga orang anak, dua cowok dan satu cewek.

Donjuan termasuk pria yang jarang di rumah. Sepengetahuan Karin ketika itu, suaminya punya banyak kesibukan. Apalagi juga ada bisnis transportasi yang dijalankan Donjuan.

“Mas Juan biasanya pulang malam. Kalau pulang, saya sama anak-anak sudah tidur. Besoknya, pagi-pagi sudah berangkat,” curhat Karin.

Ia pun tak menaruh curiga. Dipikir Karin, Donjuan sibuk karena mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya. Benar-benar profil suami bertanggung jawab, mantu yang baik.

“Tapi, semua itu berubah ketika masuk pernikahan ke-15 tahun,” Karin mulai bercerita yang sedih-sedih.

Tiba-tiba, suatu pagi, rumah Karin kedatangan pasangan suami istri. Si pria langsung marah-marah, sementara si perempuan hanya bisa menundukkan kepalanya. Kemarahan si pria membuat Karin seperti disambar geledek.

“Ternyata istri laki-laki itu selingkuh sama Mas Juan. Sudah bertahun-tahun. Bodone, aku kok gak kerasa blas,” sesal Karin.

Siang itu pula Karin minta kejelasan Donjuan. Aneh bin ajaib, Donjuan malah tersinggung dan memilih meninggalkan rumah. Donjuan purik dan memilih pergi ke rumah orang tuanya.

“Ya biarin. Ngakunya sibuk, ternyata punya perempuan lain,” ungkapnya.

Yang membuat Karin makin geregetan, ternyata Donjuan selingkuh karena warisan. Donjuan tak terima sudah 20 tahun menikah, tapi tak dapat kejelasan soal warisan dari ayah Karin.

“Aku ya gak goblok. Warisane bapakku, yo untuk aku dan anak-anakku,” beber Karin yang kini sibuk cari pengacara untuk mengurus perceraiannya. (sb/ang/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar