Petugas sedang memasang perangkat di salah satu tower yang ada di SD N 2 Tarempa, Selasa (2/1). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas mendapatkan bantuan akses internet dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

BP3TI merupakan lembaga yang dibentuk oleh Kemkominfo. Bantuan akses Internet tersebut diberikan kepada sejumlah sekolah, puskesmas dan sejumlah kantor desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, mengatakan untuk menunjang akses internet tersebut, BP3TI sudah mulai memasang tower-tower di setiap sekolah, puskesmas dan kantor desa yang mendapatkan bantuan internet tersebut.

“Totalnya ada 49 titik di Anambas yang dipasang di sekolah-sekolah, puskesmas-puskesmas dan di kantor desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Setiap tower memiliki kapasitas 2 mega, jadi totalnya ada 98 mega,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (2/1).

Meskipun bantuan tersebut diberikan kepada sekolah, puskesmas dan kantor desa, tapi warga sekitar juga dapat menikmati akses internet tersebut karena ada kuota internet yang dibagikan secara terbuka di sekitar titik tower. “Sekarang ini masih dalam proses pemasangan perangkat tower, mungkin akan aktif pertengahan Januari tahun 2018,” kata Japrizal lagi.

Dengan adanya akses internet ini, maka daerah yang belum ada akses telekomunikasi nantinya dapat komunikasi melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp dan sebagainya. “Kalau akses Internet ini sudah jalan, maka nantinya guru bisa mengakses Data Pokok Pendidikan (Dapodik), siswa juga bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” jelasnya.

Japrizal menjelaskan, bantuan akses internet tersebut merupakan usulan pemerintah daerah pada tahun 2017 silam. Usulan yang disampaikan untuk seluruh sekolah yang ada di Anambas. Namun yang disetujui hanya 49 titik saja. Sehingga ada sejumlah sekolah yang belum mendapatkan bantuan internet tersebut. “Ada sekolah yang belum dapat bantuan. Tapi akan kami upayakan tahun 2018 ini semuanya bisa ter-cover,” janjinya. (sya)

Respon Anda?

komentar