Iklan
Abdul Malik (kiri) tersangka pelaku pedofilia terhadap anak di bawah umur, tengah menjalani pemeriksaan polisi. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Abdul Malik, kakek berusia 56 tahun harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan melakukan aksi pedofilia pada sejumlah remaja, Kamis (4/1).

Iklan

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun, bergerak cepat setelah menerima laporan dari salah satu orang tua anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan berupa sodomi yang dilakukan warga Kampung Baru, Kecamatan Tebing, kemarin (4/1) pukul 11.00 WIB.

”Kami terima laporan pukul 10.30 WIB dari salah satu orang tua korban berinisial Ks, 13. Setelah mendapatkan keterangan tentang ciri-ciri tersangka dan dimana tempat kerjanya, kita langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos.

Tapi, tersangka AM (Abdul Malik, red), 56, sedang tidak berada di tempat kerjanya di salah satu restoran atau rumah makan yang ada di Coastal Area. “Saya langsung menghubungi tersanghka untuk datang. Dan, tidak lama kemudian tersangka tiba ditempat kerjanya,” tambah Lulik.

Saat interogasi singkat di tempat kerjanya, tersangka mengakui perbuatannya. Saat itu juga tersangka langsung dibawa ke Mapolres Karimun. Ternyata, korban yang didampingi oleh orang tuanya juga menyatakan bahwa masih ada beberapa orang temannya yang juga menjadi korban sodomi. Ketika penyidik bertanya kepada tersangka dan diakui ada 8 orang anak di bawah umur usia antara 13 sampai 17 yang menjadi. Bahkan, ada beberapa orang yang yang disdomi oleh tersangka lebih dari lima kali.

”Terbongkarnya perbuatan pelaku setelah Ks menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya,” kata Lulik.

Mengetahui kejadian tersebut, tentu saja orang tua korban marah dan tidak terima perbuatan AM tersebut. Sementara itu, korban lainnya berinisial Ba, 12, Ad, 16, Bg, 14, Mo, 15, Si, 17, Kr, 14 dan Ri, 14. Perbuatan sodomi terhadap para korban ini telah dilakukan tersangka sejak 2016. Bahkan, kita juga masih mendalami pengakuan korban yang menyatakan pernah melakukan perbuatan yang sama terhadap anak di Pulau Buru.

Dalam aksinya, lanjut Lulik, pelaku mengiming-imingi korbannya dengan uang sebesar Rp 20 sampai Rp 35 ribu. Meski demikian, penyidik tidak mau begitu saja percaya dengan pengakuan tersangka. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban lainnya. Untuk itu, kita menghimbau kepada orang tua yang anaknya pernah menjadi korban sodomi oleh tersangka bisa datang ke Polres Karimun untuk membuat laporan.

Sementrara itu, tersangka AM menyebutkan, bahwa dia termasuk orang yang frustasi atau pernah patah hati. ”Dulu saya pernah punya pacar, namun pacar saya direbut orang. Untuk itu, sebagai pelampiasan saya melakukan hal ini dan sampai saat ini saya tidak menikah atau mempunyai istri,” ungkapnya.

Perbuatan bejatnya dilakukan di banyak banyak tempat. “Kadang-kadang di tempat tinggal saya. Pernah juga di rumah korban ketika orang tua korban sedang tidak ada di rumah. Bahkan, pernah juga disemak-semak,” jelasnya. (san)