batampos.co.id – PT Hongsheng Plastic Industry menjadi perusahaan asing yang pertama kali menanamkan modalnya di Batam. Perusahaan ini berasal dari China dan akan bergerak di sektor industri barang plastik.

Iklan

“Rencana bidang usahanya adalah industri barang plastik dengan nilai investasi mencapai 3,75 juta Dolar Amerika atau Rp 50 miliar,” kata Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal BP Batam, Ady Soegiharto, Jumat (5/1) di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP).

Hongsheng akan menggunakan pabrik di kawasan industri Puri Industrial Park, Batam sebagai basis produksinya. Dalam setahun, produksi perusahaan asal China ini akan mencapai 50 ribu ton dengan nilai ekspornya mencapai 4 juta Dolar Amerika. Target pemasarannya adalah di dalam negeri dan sebagiannya lagi akan diekspor keluar negeri.

Ady mengatakan dalam tempo dua minggu kedepan, ada dua investor asing asal China yang juga akan menggunakan i23J untuk berinvestasi di Batam.

“Ada dua masih dari China. Bidang usahanya masih tetap di manufaktur,” katanya.

Pada tahun 2017, investasi masuk ke Batam sebesar 1,1 miliar Dolar Amerika. Nilainya meningkat 136 persen dari tahun 2016 yang mencapai sekitar 471 juta Dolar Amerika. Sedangkan perusahaan yang menggunakan jasa i23J ada 13 perusahaan dengan nilai investasi sebesar 233 juta Dolar Amerika.

Semua perusahaan asing yang masuk pada tahun lalu menggunakan jasa i23J dan hampir semuanya sudah beroperasi.

“Sedangkan satu perusahaan terkait LNG mengundurkan diri karena belum tentukan tempat. Contohnya Blackmagic, Senin mereka sudah bisa masukkan mesin,” paparnya.

Sedangkan perwakilan dari Hongsheng, Mr Chem Po mengatakan pihaknya akan segera beroperasi. Dan untuk tahap awal akan merekrut 160 tenaga kerja lokal dan mungkin sekitar 40 tenaga kerja asing.

“Kami pakai lokal karena bawa dari China akan kurang familiar dengan daerah Batam,” ungkapnya.

Mereka juga akan mempelajari konsep industri hijau yang diterapkan di Batam untuk diaplikasikan segera. “Jika bisa diikutin akan diikuti karena produksi kami juga untuk bantu lingkungan,” paparnya.

Dalam proses produksinya, Hongsheng mengambil limbah plastik yang kemudian dihancurkan untuk dijadikan sebagai biji plastik.

Sedangkan alasan memilih Batam sebagai tempat berinvestasi adalah karena lingkungan dan orang-orangnya lebih ramah daripada di negara lain seperti Vietnam.

“Mereka pekerja disini lebih ramah dibanding Vietnam, makanya memilih di Batam,” pungkasnya.(leo)