Salah satu atlet sepeda Batam Downhill, Aho Jay saat beraksi mengendarai sepedanya di Hutan Duriangkang Batam, beberapa waktu lalu. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Atlet-atlet sepeda gunung harus bersiap-siap pada 2018 ini. Pasalnya, Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kepri menjadwalkan Kejuaraan International Downhill Open Championship 2018 pada 16-18 Februari 2018.

Iklan

ISSI Kepri menjanjikan turnamen yang baru pertama kali diadakan di Kepri ini adalah ajang sepeda terbesar yang pernah dilangsungkan di provinsi ini.

Sekretaris ISSI Kepri, Fadli mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji dan menentukan rute-rute mana saja yang siap untuk dijadikan trek downhill.

Selain tingkat kesulitan medan, ISSI Kepri menginginkan trek-trek yang digunakan mampu menonjolkan keindahan alam Batam sekalian mempromosikan wisata alam di Kota Batam.

“Alternatif trek yang digunakan antara lain kawasan hutan Duriangkang dan kawasan Nongsa,” kata Fadli kepada Batam Pos, Sabtu (6/1).

Kejuaraan International Downhill Open Championship 2018 diyakini bakal meriah karena pembalap dari negara-negara tetangga akan diundang ISSI Kepri.

Ajang ini juga bertujuan untuk mengangkat kembali cabang olahraga (cabor) balap sepeda di Kepri yang selama ini belum memperlihatkan prestasi yang mentereng. Sehingga perlu ada pembinaan dan kejuaraan-kejuaraan bertaraf nasional dan internasional.

“Karena ini sifatnya terbuka, jadi siapa saja boleh ikut ambil bagian,” ujar Fadli.

Dari gelaran tersebut, pihaknya juga akan memetakan pembalap-pembalap Kepri. Karena selama ini belum ada data yang konkrit untuk kembali melakukan pembinaan atlet sepeda secara terstruktur dan terorganisir.

“Tahun 2018, kami benar-benar ingin meningkatkan kualitas cabor balap sepeda di Kepri baik itu untuk atlet maupun pelatih dengan aktif melaksanakan kejuaraan-kejuaraan ataupun pelatihan untuk para pelatih,” ungkap Fadli. (cr16)