Siswa dan siswi SMPN 37 Tembesi, Sagulung sedang belajar, Senin (8/1). Siswa kelas tujuh ini sudah memilik kursi dan meja, sebelumnya siswa ini tidak memiliki. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id –  Dua ruang kelas SMPN 37 Batam yang sempat kekosongan meja dan kursi selama empat hari akhirnya terisi.

Pihak sekolah telah mengadakan 80 unit meja dan kursi plastik untuk menunjang proses belajar di kelas 7 tersebut. Sesuai dengan jumlah kekurangan. Wakil Kepala Sekolah SMPN 37 Batam, Devi Susanti mengatakan jumlah tersebut sesuai dengan kekuranganyang terjadi di sekolahnya.

“Kurangnya 80 unit saja, bukan 240 unit yang sebelumnya diberitakan,” ujar Devi Senin ( 8/1).

Devi mengatakan pengadaan kepada puluhan mobiler tersebut masih berstatus hutang. Lantaran bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Batam hingga saat ini belum ada.

“Mereka janji akan bantu jika ada kekurangan nanti,” katanya.

Mengenai dana yang dikumpulkan oleh orang tua siswa, Devi mengaku pungutan itu tetap berjalan. Pungutan sebesar Rp 75 ribu tersebut diberikan oleh orang tua murid secara sukarela tanpa ada paksaan. Orang tua yang memberikan uang tersebut pun harus membuat pernyataan dan ditanda tangani.

“Sebagian orang tua siswa menolak untuk membatalkan pungutan itu,” katanya.

Sementara itu, puluhan siswa yang sebelumnya lesehan dan mengeluhkan kondisi itu akhirnya berlega hati. Wajah mereka terlihat sumringah ketika mendapati ruangan kelas yang sebelumnya kosong sudah terisi meja dan kursi.

Wakil Kepala Sekolah SMP 37, Devi Susanti

“Kursi dan meja yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba,” ujar Riandi, salah satu siswa kelas 7.

Sejumlah siswa di kelas tersebut juga tak lagi merasakan dinginnya keramik. Mereka juga tak lagi mendongak ketika mendengarkan penjelasan gurunya. Sekarang mereka bisa belajar dengan tenang, tanpa mengeluhkan sakit pinggang dan leher seperti yang mereka alami selama empat hari sebelumnya.

“Alhamdulilah sudah tak lesehan lagi,” katanya. (cr19)

Advertisement
loading...