batampos.co.id – Iklim investasi Batam mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan di awal tahun 2018. Terbukti, baru dua pekan tahun 2018 berjalan, sudah ada dua investor asing yang memastikan akan menanamkan modalnya di kota industri ini.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, kedua pemodal asing itu semuanya berasal dari Tiongkok. Pekan lalu, ada investor Tiongkok yang sudah mengurus izin investasi di sektor energi biodiesel. Nilai investasinya sebesar Rp 1 triliun.

Sementara Selasa (9/1) kemarin, satu lagi investor asal Negeri Tirai Bambu yang memastikan akan berinvestasi di Batam. Namanya PT Panca Costa Investmen. Perusahaan ini akan membangun industri beton siap pakai dengan nilai investasi sebesar Rp 50 miliar.

“Dalam waktu dua minggu sudah ada dua investor yang manfaatkan i23J. Dan demikian ada proses selanjutnya untuk memonitor. Dan kami pastikan akan terealisasi,” kata Lukita, Selasa (9/1) di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam, Batamcenter.

Produk dari PT Panca Costa Investment sangat berguna untuk kegiatan konstruksi infrastruktur dan properti. Perusahaan asing ini akan beroperasi setelah mendapatkan lahan yang tepat. “Bikin izin usaha dulu dan di BP supaya dapat lahannya,” ungkapnya.

Ke depannya BP Batam akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan perizinan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91/2007. “Makanya itu urusan promosi dari BP yang ingin beri insentif pelayanan terbaik,” katanya.

Pemilik PT Panca Costa Investment Pan Bo mengatakan, perusahaannya baru pertama kali berinvestasi di luar negeri. Dan pilihan pertama itu jatuh di Batam. Ia mengatakan, Batam paling menarik dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia dan negara lain yang telah disurvei. Khusus di Batam, pihaknya sudah empat kali melakukan penjajakan dan survei.

“Produk yang diproduksi akan dicapai untuk target kualitas negeri. Makanya dikembangkan di sini. Sekarang tergantung produk ini pemasarannya di mana dan apakah diterima atau tidak,” paparnya.

Untuk tahap awal, PT Panca Costa Investment akan merekrut 250 tenaga kerja dan ke depannya mungkin akan menambah sekitar 40 hingga 50 tenaga kerja lagi. “Perusahaan ini sudah beroperasi selama empat tahun lebih dan kami menargetkan pasar ekspor, tapi harus dapat dukungan BP Batam dan memperbagus kualitas produk kami,” kata Bo.

 

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (dua dari kanan) didampingi Deputi 5 Bambang Purwanto (kanan) menyerahkan dukmen perizinan kepada investor dari Cina Pan Bo (kiri) di PTSP BP Batam Mall Pelayanan Publik, Selasa (9/1/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Investasi Asing Naik

Seperti diberitakan sebelumnya, Batam masih menarik bagi investor asing. Terbukti, hingga penghujung tahun 2017 lalu realisasi investasi asing tembus 1,11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14 triliun. Angka tersebut naik 136 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sepanjang 2016 lalu investasi asing di Batam hanya mencapai 471.368 dolar AS dari 71 proyek. Sementara tahun ini, jumlah proyek sebanyak 73 proyek dengan nilai sebesar 1.116.895.000 dolar AS.

Untuk menggairahkan lagi iklim investasi di Batam, BP Batam berjanji akan terus meningkatkan kemudahan perizinan investasi dan menambah insentif untuk dunia usaha. Di antara insentif yang disiapkan BP Batam adalah untuk sektor galangan kapal atau shipyard..

“Galangan akan kita berikan insentif. Sekarang mulai berbenah. Ada juga investor yang ingin membangun pusat digital. Tapi belum bisa kami sampaikan,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

Selanjutnya, Lukita juga berjanji akan terus membenahi sistem dan tata kelola lahan. Termasuk menertibkan lahan telantar atau lahan tidur. Menurut dia, saat ini permintaan alokasi lahan terus masuk. Namun ketersediaan lahan di Batam kian terbatas.

Karenanya, menertibkan lahan tidur menjadi satu-satunya cara untuk menambah ketersediaan lahan di Batam. Dalam hal ini, Lukita mengaku akan melanjutkan kebijakan pimpinan BP Batam sebelumnya. Yakni mendata ulang lahan tidur dan memanggil pemiliknya untuk ditanya kembali terkait rencana bisnis dan pembangunan lahan yang telah dialokasikan.

“Kalau tak dibangun juga, akan dicabut,” tegasnya.

Dengan berbagai kebijakan dan kemudahan investasi yang ditawarkan, Lukita yakin perekonomian Batam akan terus membaik pada tahun 2018 mendatang. Ia bahkan optimistis pertumbuhan ekonomi Batam pada 2018 akan tembus di angka 5 persen (year on year/yoy).

Optimisme ini muncul saat ia melihat terus munculnya investasi baru dari luar negeri. Sebagai contoh pada Oktober lalu, ada 10 perusahaan baru dengan nilai investasi sebesar 10,5 juta dolar AS. Sementara pada Oktober 2016, hanya lima perusahaan baru yang masuk dengan nilai investasi hanya 5 juta dolar AS.

Kemudian pada November 2017 juga terjadi peningkatan jumlah perusahan baru yang masuk ke Batam. Yaitu sebanyak 12 dengan nilai total investasi sebesar 27,8 juta dolar AS. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dimana hanya ada sembilan perusahaan baru dengan total nilai investasi sebesar 12,5 juta dolar AS.

“Dan kita akan terus berupaya meningkatkan agar investasi asing ini terus meningkat di Batam,” jelasnya.

Lukita menyebutkan, dari 73 proyek investasi asing di Batam, Singapura dan Malaysia masih mendominasi. Kemudian disusul investor asal Tiongkok, Inggris, Kanada, India, Myanmar, Australia, Luxembourg, Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Korsel, Mesir, Taiwan, dan gabungan negara-negara Eropa lainnya. (leo)

 

Advertisement
loading...