batampos.co.id – Rokok tanpa pita cukai marak beredar di Kabupaten Lingga. Rokok yang seharusnya beredar di kawasan FTZ ini, diduga rembesan dari daerah lain di Kepri. Di Dabo Singkep, rokok kawasan bebas dijual dan dipajang terbuka di sejumlah kedai dan kios. Peredaran rokok serta minuman beralkohol ini telah berlangsung lama, karenanya negara diduga telah banyak mengalami kerugian.

“Saya sudah lama beli rokok ini (sembari memperlihatkan kemasan rokok merk UN tanpa cukai) tersebut. Gampang kok belinya di kedai-kedai banyak dijual,” kata Rudi salah seorang warga penghisap rokok UN yang ditemui Batam Pos di Dabo Singkep, Selasa (9/1) pagi.

Selain rokok ber-merk UN, masih banyak merk rokok tanpa pita cukai lainnya yang beredar bebas di kawasan non FTZ yakni di Bunda Tanah Melayu ini. Sejumlah merk tersebut antara, xmild, rexo coklat, rexo putih, revolution dan merk rokok lainnya.
Dari informasi yang didapat Batam Pos di lapangan, masuknya sejumlah barang tanpa pita cukai ini seperti rokok dan minuman beralkohol dengan menggunakan kapal penumpang dari Tanjungpinang dan Batam. Namun pelaku mengelabui petugas dengan memasukkan ke dalam tas sehingga tidak terlihat nyata.

Namun tidak sedikit juga, barang tersebut yang masuk melalui kapal barang dan angkutan lainnya. “Banyak yang masuk dari pelabuhan resmi tapi ada juga yang masuk dari pelabuhan tikus,” kata salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. (wsa)

Respon Anda?

komentar